Polisi Cocokkan DNA Keluarga untuk Identifikasi Jenazah Bomber Makassar

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Senin, 29 Mar 2021 19:30 WIB
Kapolrestabes Makassar Kombes Witnu Urip Laksana (Hermawan-detikcom).
Kapolrestabes Makassar Kombes Witnu Urip Laksana (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Jenazah pasangan bomber Gereja Katedral Makassar masih berada di RS Bhayangkara untuk diidentifikasi. Polisi masih melakukan tes DNA pelaku bomber dengan pihak keluarga.

"Jenazah keduanya masih berada di RS Bhayangkara," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Witnu Urip Laksana saat dimintai konfirmasi, Senin (29/3/2021).

Kombes Witnu membantah kabar yang beredar bahwa jenazah kedua bomber ini telah dimakamkan malam ini. Menurutnya, pihak forensik masih melakukan beberapa tes kepada jenazah keduanya.

"Masih dalam proses uji sampel dengan pihak keluarga pelaku," kata Kombes Witnu.

Sementara itu, terkait surat wasiat L kepada ibunya, Kombes Wintu mengaku masih belum mendapatkan perintah untuk bisa menunjukkan surat itu. "Masih belum bisa di-share, mohon maaf ya," kata dia.

Sebelumnya, pasangan suami-istri (pasutri) yang menjadi pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar baru menikah sekitar 7 bulan lalu. Keduanya menjalankan bisnis dengan berjualan secara online usai menikah.

Kapolri Jendera Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan ada 13 terduga teroris ditangkap seusai peristiwa bom pada Minggu (28/3) kemarin. Sebanyak 4 orang ditangkap di Makassar.

"Kemudian perkembangan dari peristiwa bom yang terjadi kemarin. Sampai hari ini kita sudah mengirimkan 4 tersangka: AS, SAS, MR, dan AA," ujar Sigit dalam jumpa pers di Mapolda Sulsel.

Keempat terduga teroris ini merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang tergabung dalam kajian yang sama dengan pelaku bom bunuh diri di Makassar, L dan YSF. Kajian tersebut bernama Kajian Villa Mutiara.

"Masing-masing perannya bersama-sama dengan L dan YSF mereka ada dalam satu kelompok Kajian Villa Mutiara namanya. Di mana masing-masing memiliki peran untuk memberikan doktrin, kemudian mempersiapkan rencana untuk jihad dan juga berperan membeli bahan yang akan digunakan untuk digunakan sebagai alat untuk melakukan bom bunuh diri," tutur dia.

Selain itu, ada 5 terduga teroris ditangkap di NTB serta 4 orang di Jakarta dan Kabupaten Bekasi.

(fiq/jbr)