Kejari Karangasem Geledah Kantor Perbekel Tianyar Terkait Dugaan Korupsi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 29 Mar 2021 18:56 WIB
Kejari Karangasem geledah kantor Perbekel Tianyar Barat terkait dugaan korupsi bedah rumah (dok Kejari Karangasem)
Kejari Karangasem menggeledah kantor Perbekel Tianyar Barat terkait dugaan korupsi bedah rumah. (dok. Kejari Karangasem)
Denpasar -

Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem menggeledah kantor Perbekel Tianyar Barat, Karangasem, Bali, terkait dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) bedah rumah. Penggeledahan berlangsung sekitar 2 jam.

Penggeledahan kantor desa ini dipimpin langsung Kajari Karangasem Aji Kalbu Pribadi yang dibantu pengamanan dari Polsek Kubu. Dalam penggeledahan ditemukan bukti baru.

"Tim melakukan penggeledahan di kantor Desa Tianyar. Penggeledahan ini bertujuan untuk mencari bukti-bukti yang terkait dengan dugaan tipikor bedah rumah," kata Aji Kalbu Pribadi kepada wartawan, Senin (29/3/2021).

Bukti baru yang diperoleh tim Kejari Karangasem merupakan bukti yang belum diperoleh di pemeriksaan saksi sebelumnya. Ada 14 bukti yang ditemukan saat penggeledahan, salah satunya merupakan 2 karung dokumen LPJ terkait bedah rumah.

"Yang mana bukti-bukti tersebut belum diperoleh saat pemeriksaan saksi-saksi sebelumnya. Adapun bukti-bukti yang diperoleh yang berupa dokumen yang berkaitan dengan bedah rumah," tambah Aji Kalbu.

"Selain itu, ditemukan bukti-bukti baru, salah satunya berupa catatan kecil slip-slip pengeluaran belanja bedah rumah," lanjut Aji Kalbu.

Sebelumnya diberitakan, dugaan kasus korupsi bedah rumah di Tianyar Barat ini telah masuk penyidikan umum. Kejari Karangasem telah memeriksa saksi-saksi terkait.

Kronologi singkat awal dugaan kasus korupsi Bantuan Keungan Khusus (BKK) untuk bedah rumah ini ditemukan beberapa kejanggalan yang dilaporkan oleh masyarakat. Kejanggalan tersebut beberapa di antaranya merupakan tidak selesainya proyek bedah rumah sesuai dengan waktu yang telah ditentukan hingga banyaknya keluhan dari penerima bantuan yang mengeluhkan bahan yang kurang hingga biaya tambahan.

Kasus dugaan korupsi bedah rumah masih dalam penyelidikan dan pendalaman yang bekerjasama dengan BPKP dalam menghitung kerugian negara.

"Kasus bedah rumah di Tianyar yang merupakan hibah dari kabupaten Badung senilai Rp 20 M, Rp 250 juta sudah masuk dalam tahap penyidikan dan pendalaman yang bekerjasama dengan BPKP dalam menghitung kerugian Negara," ujar kata Kajari Karangasem Aji Kalbu Pribadi, Kamis (18/2).

(jbr/jbr)