Kejari Karangasem Kebut 3 Kasus Dugaan Korupsi, Salah Satunya Pengadaan Masker

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 13:53 WIB
Kajari Karangasem Aji Kalbu Pribadi (Dok Istimewa)
Foto: Kajari Karangasem Aji Kalbu Pribadi (Dok Istimewa)
Karangasem -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem, Bali, saat ini menangani tiga kasus kasus dugaan korupsi. Sebanyak tiga kasus dugaan korupsi ini akan terus dikebut hingga penyelesaian dan beberapa kasus telah masuk dalam tahap pelimpahan (P21).

Ketiga kasus itu di antaranya merupakan kasus korupsi obyek daya tarik wisata (OTDW), bedah rumah di Tianyar, Karangasem serta dugaan penyimpangan pengadaan masker.

"Ada beberapa dugaan kasus korupsi yang saat ini sedang ditangani oleh Kejari Karangasem, di antaranya kasus obyek dan ODTW, bedah rumah serta yang terbaru dugaan penyimpangan dalam kegiatan pengadaan masker oleh Dinas Sosial Karangasem untuk seluruh Kecamatan di Karangasem," kata Kajari Karangasem Aji Kalbu Pribadi dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikcom, Kamis (18/2/2021).

Aji Kalbu menjelaskan, saat ini kasus yang sedang dalam penanganan akan terus dikejar hingga akhir. Kasus OTDW yang telah ditangani sudah masuk dalam tahap P21, dan kasus dugaan kasus bedah rumah masih dalam penyelidikan dan pendalaman yang bekerjasama dengan BPKP dalam menghitung Kerugian Negara (KN).

"Kasus-kasus yang saat ini sedang ditangani, akan di terus di kejar penyelesaiannya, dimana ada beberapa kasus yang sudah masuk dalam tahap P21, seperti kasus ODTW, kasus bedah rumah di Tianyar yang merupakan hibah dari kabupaten Badung senilai Rp 20 M, Rp 250 Juta sudah masuk dalam tahap penyidikan dan pendalaman yang bekerjasama dengan BPKP dalam menghitung kerugian Negara," ujar Aji Kalbu.

Aji Kalbu memaparkan saat ini juga telah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya penyimpangan pengadaan masker oleh Dinas Sosial. Dan saat ini tim Intelijen Kejari Karangasem masih melakukan pendalaman.

"Untuk yang terbaru saat ini, adalah adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan terjadinya penyimpangan pengadaan masker oleh Dinas Sosial Kabupaten Karangasem, dengan nilai pengadaan sebesar Rp 2,9 milliar yang saat ini sedang didalami bagian Intelijen Kejakasaan Negeri Karangasem," paparnya.

(isa/isa)