Hakim Ketua Sakit, Sidang Tuntutan Prada Ilham Ditunda

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 29 Mar 2021 11:08 WIB
Sidang perdana kasus Prada Ilham sebar kabar bohong hingga picu perusakan Polsek Ciracas (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Foto: Sidang perdana kasus Prada Ilham beberapa waktu lalu (dok detikcom)
Jakarta -

Sidang tuntutan dengan terdakwa Prada Muharman Ilham (MI) terkait kasus perusakan Mapolres Ciracas, Jakarta Timur, ditunda. Penundaan itu karena hakim sedang sakit.

"Sidang hari ini ditunda dikarenakan Hakim Ketua sakit," ujar Panitera Dinmil II-08 Jakarta Mayorsus Irwan Tasri kepada detikcom, Senin (29/3/2021).

Hakim ketua, kata Irwan Tasri, sedang menjalani perawatan. Dia mengatakan, saat ini hakim ketua tengah dirawat di RSPAD, Jakarta.

Sidang Prada Ilham di Pengadilan Militer Jakarta ini ditunda minggu depan. Sidang masih beragendakan pembacaan tuntutan.

"Untuk penundaannya ditunda tanggal 5 April 2021 hari Senin dengan agenda pembacaan tuntutan dari Oditur Militer," terangnya.

Sebelumnya, Prada Ilham didakwa melakukan tindak pidana menyiarkan berita bohong yang mengakibatkan keonaran. Oditur Militer mengatakan akibat berita bohong yang dibuat Prada Ilham itu membuat ada pergerakan massa yang merusak Polsek Ciracas.

"Bahwa Terdakwa pada waktu dan tempat sebagaimana disebut yaitu tanggal 28 Agustus 2020 atau setidaknya bulan Agustus 2020 atau setidaknya tahun 2020 di Rumah Sakit Ridwan Meuraksa Jakarta Timur atau setidaknya masuk wilayah hukum Pengadilan Militer Jakarta, telah melakukan tindak pidana barang siapa dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan mengakibatkan keonaran di kalangan rakyat dengan cara sebagai berikut," kata oditur militer Salmon Balubun.

Prada Ilham mengaku jatuh di Arundina Cibubur karena dipukul orang tak dikenal, padahal kejadian sebenarnya jatuh akibat kecelakaan tunggal. Pengakuan bohong Prada Ilham itu kemudian disebarkan oleh rekan-rekanya di grup WhatsApp.

Pesan di grup WhatsApp itu kemudian memicu pergerakan massa anggota TNI dari Arundina Cibubur ke Polsek Ciracas. Massa yang merupakan rekan-rekan Prada Ilham itu berbuat anarkis dengan melakukan perusakan di Polsek Ciracas dan sekitarnya.

Atas perbuatannya, Prada Muharman Ilham didakwa melanggar Pasal 14 ayat 1 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 atau Pasal 19 ayat 2 UU RI Nomor 1946.

(isa/mae)