Polisi Telah Periksa 6 Saksi di Kasus Sadikin Aksa

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 29 Mar 2021 01:35 WIB
Sadikin Aksa
Foto: SA1IMI
Jakarta -

Penyidik Bareskrim Polri kembali memeriksa eks Direktur Utama (Dirut) PT Bosowa Corporindo, Sadikin Aksa terkait kasus mengabaikan perintah tertulis dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pemeriksaan itu dilakukan pada beberapa waktu lalu.

"Pada hari Kamis 25 Maret 2021 telah dilaksanakan pemeriksaan saksi dari pihak Bosowa atas nama SA (tersangka)," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Brigjen Helmy Santika melalui pesan singkat, Minggu (28/3/2021).

Selain Sadikin, Helmy mengungkapkan pihaknya juga telah memeriksa 6 saksi setelah keenamnya mangkir di panggilan pertama. Salah satunya adalah Erwin Aksa selaku Komisaris Utama (Komut) PT Bosowa Corporindo.

"(Saksi yang telah diperiksa) EA (Komut), RA (komisaris), AA (direksi), MA (komisaris), SM (direktur Bosowa), MD (legal Bosowa)," ucapnya.

Sementara itu, masih ada 2 saksi lain yang belum diperiksa polisi. Keduanya dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan besok.

"Saksi yang belum hadir atas nama AM dan SA. Direncanakan akan dilakukan pemeriksaan pada hari Senin tanggal 29 Maret 2021," kata Helmy.

"(SA) Bukan (Sadikin Aksa). Kebetulan inisial sama," tandasnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri memanggil enam saksi terkait kasus yang menjerat eks Direktur Utama (Dirut) PT Bosowa Corporindo, Sadikin Aksa, sebagai tersangka. Namun, semua saksi tidak memenuhi panggilan Bareskrim pada Selasa (23/3).

"Hari ini sedianya enam orang dilakukan pemeriksaan. Selasa, 23 Maret (2021), sesuai jadwal. Namun keenamnya hari ini tidak hadir dengan berbagai alasan," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (23/3).

Ramadhan mengatakan keenam saksi itu memiliki kaitan dengan PT Bosowa Corporindo. Ada yang merupakan pemegang saham hingga direksi PT Bosowa Corporindo.

"Di antaranya adalah MSA sebagai pemegang saham, AA sebagai pemegang saham, MA sebagai pemegang saham, RA sebagai pemegang saham, SM direksi Bosowa, dan M Legal Bosowa," tuturnya.

Dia mengatakan penyidik telah mengirim panggilan ulang kepada para saksi. Mereka diminta memenuhi panggilan pemeriksaan pada Kamis (25/3).

"Sehingga penyidik melakukan pemanggilan kembali pada hari Kamis, 25 Maret," kata Ramadhan.

(man/man)