LIPI: Ikan Mas Disebut Hama, Namun Aman untuk Dikonsumsi

Matius Alfons - detikNews
Minggu, 28 Mar 2021 07:49 WIB
Ikan Mas: Disantap di Indonesia, Dianggap Hama di Australia
Foto: ABC Australia
Jakarta -

Pusat Penelitian Biologi LIPI menyebut ikan mas memang dapat dikategorikan sebagai ikan hama. Meski demikian, LIPI memastikan ikan mas tetap dapat dikonsumsi oleh manusia.

"Oh iya, kalau dalam hal konsumsi dari sisi untuk kecukupan protein hewani itu nggak masalah, nggak apa, artinya dari sisi konsumsi bagi manusia ya," kata Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI, Haryono, saat dihubungi, Sabtu (27/3/2021).

Haryono menyebut hama yang dimaksud bukan kepada manusia, melainkan kepada hewan lain di dalam air. Menurutnya, ini bisa terjadi lantaran ikan mas rakus dan berkembang biak dengan cepat.

"Kalau yang hama ini artinya terhadap sesama biota akuatik apakah hewan atau tumbuhan air yang di habitatnya, karena ikan ini kenapa dimasukkan sebagai hama pengganggu karena memang ikan ini kan rakus dan cepat perkembagannya tinggi, sekali berkembang biak jumlahnya ratusan ribu telurnya, cepat berkembang sehingga akan mengancam dari ikan-ikan asli itu sendiri," ucapnya.

Lebih lanjut, Haryono menjelaskan ikan mas juga dapat mengganggu ikan lainnya yang lebih kecil. Menurutnya, ikan mas yang cenderung omnivora (pemakan segala) akan memakan ikan lain yang berukuran lebih kecil.

"Kalau hama itu bisa dua hal, satu mengganggu artinya mengganggu langsung atau tidak langsung sebagai kompetitor, kompetitor dalam hal ini makanan dan ruang, atau bisa langsung dia memakan ikan-ikan kecil, ada dua pengertian dalam 2 hal ini hama. Dia mungkin omnivora ya pemakan segala, selain makan tumbuhan hewan dan juga mungkin ikan lain yang lebih kecil, ikan kecil juga dimakan, sehingga dia bisa sebagai pemakan ikan-ikan asli," ujarnya.

Sebelumnya, seperti dilansir ABC Australia, Rabu (24/3/2021), sebuah penelitian di Australia menemukan sebanyak 360 juta ekor ikan mas tinggal di saluran air Australia di tahun yang 'basah' ini.

Sementara itu, di 'tahun biasa', jumlah ikan mas bisa turun hingga 200 juta. Data itu didasari ilmuwan yang terlibat dalam penyusunan Rencana Pengendalian Ikan Mas Nasional di Australia.

Kepala ilmuwan Institut Arthur Rylah Bidang Penelitian Lingkungan, Jarod Lyon, mengatakan 96 persen ikan mas yang teridentifikasi ditemukan di daerah pantai timur Australia.

Menurutnya, di beberapa lahan basah, jumlah ikannya bisa mencapai 1.000 kg per hektare, yang dampaknya jauh melebihi apa yang selama ini kita ketahui.

Dr Lyon mengatakan beberapa titik yang diteliti meliputi lahan basah di Victoria, dataran banjir di 'Lower Murray-Darling' Australia Selatan, dan daerah tangkapan air Sungai Lachlan.

Ikan mas, yang dikenal dengan nama 'common carp' (Cyprinus carpio) di Australia, terkenal sebagai ikan pemakan lumpur dan perusak kualitas air.

Dr Lyon mengatakan ikan tersebut mengancam keanekaragaman hayati di Australia.

Lihat juga Video: Ikan Nila dan Ikan Mas, Hasil Tangkapan Nelayan Desa Sualan Sumatera Utara

[Gambas:Video 20detik]



(maa/aik)