Polisi Usut Asal Proyektil yang Bikin Jumantik di Ciracas Jaktim Terluka

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 27 Mar 2021 10:44 WIB
Ilustrasi Balapan Liar
Ilustrasi (Foto: Nala Edwin)
Jakarta -

Seorang petugas juru pemantau jentik (jumantik), Anah, di Ciracas, Jakarta Timur (Jaktim), terluka setelah diduga terkena proyektil. Polisi sedang mengusut asal proyektil itu.

"Kita tunggu hasil Puslabfor-nya supaya bisa menentukan proyektil itu, apa memang proyektil peluru tajam atau peluru jenis apa, kaliber berapa. Harapan kita, itu nanti bisa mengarah ke jenis senjatanya apa," kata Kapolsek Ciracas Kompol Jupriono, Sabtu (27/3/2021).

Dia mengatakan tak ada tempat latihan menembak di sekitar lokasi Anah terkena proyektil. Dia mengatakan polisi telah melakukan olah TKP.

"Nggak ada (tempat latihan tembak). Di situ permukiman penduduk dan jauh dari kesatuan TNI-Polri juga jauh," katanya.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (23/3). Jupriono mengatakan rekaman CCTV yang diambil di sekitar lokasi menunjukkan tidak ada orang mencurigakan diduga melakukan penembakan kepada korban. Warga, katanya, juga tidak mendengar suara tembakan.

"Sekarang kepentingannya juga apa. Kepentingannya juga kenapa ibu itu yang jadi sasaran, sementara kalau mungkin ada indikasi orang itu mau ngambil barang mungkinlah, nggak ada juga. Di CCTV tidak terlihat. Nggak ada suara letusan, nggak ada yang mendengar suara letusan sebelum kejadian," ujar Jupriono.

Sebelumnya, Anah terluka karena diduga terkena proyektil di bagian pahanya. Kejadian itu bermula ketika Anah dan dua rekannya hendak mengontrol ke rumah-rumah warga. Belum sampai gerbang rumah, petugas jumantik itu tiba-tiba bercucuran darah di kakinya.

Kedua temannya awalnya mengira petugas itu keguguran karena tengah hamil muda. Namun, ketika dibawa ke rumah sakit, ternyata ada benda di dalam luka itu.

"Kronologinya, Ibu Anah ini petugas jumantik sedang keliling untuk kontrol jumantik bertiga, menuju ke arah rumah klaster ada empat rumah. Ada pagarnya, kanan-kiri tembok tinggi, posisi Ibu Anah di depan, sementara ada temannya di belakang. Belum sampai ke rumah-rumah, tahu-tahu ada darah di kakinya," ujar Jupriono.

"Dua temannya ini menolong, awalnya temannya menganggap Ibu Anah itu keguguran, karena Ibu Anah lagi hamil muda, tapi ternyata bukan (keguguran). Akhirnya dibawa ke rumah sakit ada benda di dalam lukanya itu, sama kita dirujuk ke RS Polri, dan RS Polri hari ini sudah dioperasi, kemudian benda di dalam sudah dikeluarkan," lanjutnya.

Tonton juga Video: Komnas HAM Temukan 7 Proyektil dan 4 Selongsong Peluru

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/haf)