Satpol PP soal Razia Ondel-ondel: Tahap Sosialisasi, Nanti Baru Ditindak

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 26 Mar 2021 14:12 WIB
Pemprov DKI Jakarta melarang ondel-ondel digunakan untuk mengamen. Razia pun dilakukan di kawasan Ibu Kota guna melarang ondel-ondel digunakan untuk mengemis.
Razia ondel-ondel (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin menyebut kegiatan razia terhadap pengamen ondel-ondel yang dilakukan akhir-akhir ini masih tahap sosialisasi. Arifin mengatakan petugas Satpol PP hanya memberikan informasi bahwa pengamen dengan mengenakan ikon ondel-ondel kini telah dilarang di Ibu Kota.

"Tahap sosialisasi kan orangnya tetep dijangkau, dikasih tahu, ada aturan, gitu. Tetap diberi tahu," kata Arifin saat dihubungi, Jumat (26/3/2021).

Arifin menerangkan razia yang dilakukan petugas kali ini masih dalam tahap sosialisasi kepada para pengamen ondel-ondel di jalanan. Nantinya, pada razia yang akan datang, Satpol PP akan mengenakan tindak pidana ringan kepada para pengamen ondel-ondel itu.

"Iya, razia itu diberi tahu. Nanti kalau razia berikutnya, sifatnya sudah tindak pidana ringan (tipiring), bawa pengadilan," katanya.

"Iya, itu diberitahukan tidak diperbolehkan lagi kegiatan untuk mengamen, suruh membuat pernyataan untuk tidak menggunakan ikon ondel-ondel," sambungnya.

Arifin menyebut razia yang dilakukan Satpol PP bukan hanya menyasar pengamen ondel-ondel semata. Akan tetapi, kata Arifin, juga menyasar manusia silver, badut, dan gelandangan lainnya yang mengganggu ketertiban umum.

"Iya, itu kan, kemarin itu kegiatan kita bukan hanya untuk ondel-ondel, semua PMKS (penyandang masalah kesejahteraan sosial), ada yang namanya ondel-ondel, ada badut di tengah jalanan yang mengganggu, ada juga manusia silver ya, ada juga gelandangan, pengemis, dan sebagainya. Jadi tidak hanya ondel-ondel, ya," ungkapnya.

Lihat juga video 'Polres Kendari Amankan 52 Unit Motor Berknalpot Brong!':

[Gambas:Video 20detik]