Ondel-ondel Dilarang untuk Ngamen, Wagub DKI: Hargai Budaya Betawi

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 25 Mar 2021 15:48 WIB
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Tiara Aliya/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta telah melarang ondel-ondel di jalanan digunakan untuk mengamen. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menilai semestinya warisan budaya Betawi itu tidak digunakan untuk kepentingan sempit.

"Kita menghargai budaya lestari bangsa kita, Betawi dihormati, ditempatkan yang terbaik lah. Tidak juga dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan sempit. Kemudian kedua jangan sampai nanti menimbulkan gangguan ketertiban dan sebagainya," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (25/3/2021).

Selain melestarikan budaya, Riza menyampaikan larangan ini diterapkan demi menjaga ketertiban di jalan raya. Menurutnya, ikon budaya Betawi itu layak mendapatkan tempat lebih baik.

"Larangan ondel-ondel itu kan karena dianggap pertama itu budaya lestari. Harus ditempatkan pada tempatnya, bukan di jalan-jalan seperti itu," tegasnya.

Seperti diketahui, Satpol PP DKI Jakarta melarang ondel-ondel digunakan untuk mengamen. Sebab, Pemprov DKI menilai ikon budaya Betawi itu hanya digunakan untuk mengemis uang.

"Ondel-ondel ini adalah warisan budaya Betawi yang harus dilestarikan, dikembangkan. Tentu kita semua kan merasa bangga apabila nilai-nilai warisan budaya Betawi ini dapat kita lestarikan, kita kembangkan, kita tinggikan. Dan itu juga sudah tertuang dalam peraturan daerah maupun peraturan gubernur, perda yang mengatur tentang pelestarian budaya Betawi, dan ondel-ondel ditetapkan sebagai salah satu ikon budaya Betawi," ujar Arifin saat dihubungi, Rabu (24/3/2021).

Pengamen ondel-ondel, kata Arifin banyak sekali ditemukan di jalan-jalan. Dia menilai pengamen ondel-ondel itu seperti mengemis.

"Saat ini kan kita bisa lihat kondisinya banyak sekali di jalan-jalan, di pinggir jalan, di permukiman, bahkan masuk ke permukiman-permukiman, ikon ondel-ondel ini dijadikan untuk mengamen. Ngamen ini sebenarnya tidak terlihat kesannya ngamen, tapi malah munculnya seperti ngemis, keliling-keliling. Kesannya seperti mengemis, hanya menggunakan ikon ondel-ondel," sambungnya.

Arifin menilai ondel-ondel yang selama ini digunakan untuk mengamen tidak bisa dinikmati nilai seninya. Sebab, para pengamen hanya meminta-minta uang.

(aud/aud)