Wagub: Jakarta Tak Pernah Ada Masalah Terkait Pangan, Termasuk Waktu '98

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 25 Mar 2021 18:46 WIB
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria
Wagub DKI Ahmad Riza Patria (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mewaspadai kenaikan permintaan bahan pangan selama bulan puasa 2021. Meski demikian, Riza menyebut DKI Jakarta tak pernah bermasalah terkait pangan.

"Memang biasanya ada peningkatan 10 sampai 15 persen tapi semua bisa terjangkau, dan di satu sisi memberi keuntungan pada petani, tentu ada peningkatan di pedagang, meski bagi konsumen dianggap memberatkan," kata Riza dalam acara Balkoters Talk Stabilitas Pangan Jelang Ramadhan yang digelar virtual, Kamis (25/3/2021).

Di sisi lain, Riza meminta warga tak perlu khawatir akan kenaikan itu. Jajaran Pemprov DKI, sebutnya, terus berupaya melakukan pengawasan demi menjamin ketersediaan komoditas pangan.

"Pemprov berkomitmen menjaga stabilitas yang menjadi tugas BUMD dan dinas KPKP. Mereka yang memastikan stabilitas pangan, salah satunya pengawasan harga dan stok pangan seperti mengadakan pasar murah di Pasar Minggu, Klender, pasar tradisional lainnya," jelasnya.

Di masa pandemi ini, Riza melaporkan kebutuhan pangan di Ibu Kota tercukupi hingga Lebaran mendatang. Bahkan, dia mengklaim selama ini DKI Jakarta tak pernah berhadapan dengan permasalahan pangan.

"Sampai hari ini Jakarta tidak pernah ada masalah terkait pangan, termasuk dulu waktu kejadian '98 sekalipun kita tak pernah ada ada masalah dengan pangan. Apalagi sekarang dalam kondisi yang normal sekalipun ada pandemi. Itu perlu disampaikan kepada publik. Sekalipun Ramadhan, nanti Idul Fitri pangan tersedia," ucapnya.

Selaras dengan Riza, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta Suharini menyampaikan tingginya permintaan biasanya diikuti dengan kenaikan harga hingga 5%. Namun, dia menyebut hal seperti ini wajar terjadi.

"Bulan Ramadhan bulan Ramadhan dan Idul Fitri di DKI Jakarta, permintaannya itu meningkat kalau dari tahun ke tahun. Data series kita ada sekitar 10 sampai 15% itu permintaannya," jelasnya.

"Bagaimana dengan harganya? harganya pun mengikuti. Kenaikannya di antara 3 sampai 5%. Itu adalah hal-hal yang masih kita lazimkan. Karena memang selalu pedagang akan bilang setahun sekali," sambungnya.

Berdasarkan prognosa kebutuhan dan ketersediaan pangan yang dipaparkan Suharini, dia menjamin ketersediaan 10 bahan pangan strategis masih aman terkendali. Berikut rinciannya:

1. Beras: kebutuhan 103.606 ton, ketersediaan 305.313 ton
2. Daging sapi: kebutuhan 5.805 ton, ketersediaan 14.781 ton
3. Daging ayam: kebutuhan 24.254 ton, ketersediaan 27.100 ton
4. Telur ayam: kebutuhan 21.379 ton, ketersediaan 22.216 ton
5. Cabai keriting: kebutuhan 3.578 ton, ketersediaan 4.640 ton
6. Rawit merah: kebutuhan 2.580 ton, ketersediaan 2.665 ton
7. Bawang putih: kebutuhan 1.787 ton, ketersediaan 2.057 ton
8. Bawang merah: kebutuhan 7.319 ton, ketersediaan 7.592 ton
9. Gula pasir: kebutuhan 6.421 ton, ketersediaan 10.605 ton
10. Minyak goreng: kebutuhan 16.948 ton, ketersediaan 19.523 ton

Simak juga Video "Mentan soal Stok Pangan: Kita Masuki Momen-momen Panen Raya":

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/gbr)