Pengusaha Ini Beri Rp 2,4 M ke Rohadi PNS Tajir Guna Urus Perkara-Nikahan Anak

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 25 Mar 2021 15:34 WIB
Sidang kasus Rohadi si PNS tajir. (Foto: Zunita/detikcom)
Sidang kasus Rohadi si PNS tajir. (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Jaksa KPK mengungkap sejumlah bukti penerimaan uang yang diterima mantan panitera pengganti PN Jakarta Utara, Rohadi. Salah satunya ada dari Dirut PT Hendro Semolo Bangkit, Bambang Soegiharto, senilai Rp 2,4 miliar yang terungkap dalam sidang.

Pada awalnya, Bambang Soegiharto yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang Rohadi mengaku sering mengirim uang ke Rohadi. Bambang mengaku uang itu diberikan secara cuma-cuma dan tidak berkaitan dengan perkara.

"Sering (kirim uang) ke Pak Rohadi," ujar Bambang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (25/3/2021).

"Saksi waktu di penyidikan kan dilihatkan rekening koran, saksi gunakan uang atas nama saksi, di data yang kami dapat sejak 16 November 2011, atas nama Bapak dan yang diakumulasikan oleh pihak bank totalnya Rp 2,478 miliar, apa betul pak?" tanya jaksa KPK Takdir Suhan.

"Betul," jawab Bambang singkat.

Bambang mengakui saat itu, anak kandungnya mengalami masalah hukum di tingkat peninjauan kembali (PK). Namun, dia membantah jika uang yang totalnya miliaran rupiah itu diberikan ke Rohadi untuk membantu kasus anaknya.

"Saya kirim uang itu tanpa ada masalah, artinya saya kirim aja. Jadi saya pernah minta tolong ke dia, tapi bukan apa-apa, saya hanya minta pendapat," kata Bambang.

"Pak Rohadi saya kenal baik. Tidak ada masalah apapun. Kadang-kadang beliau kalau ke Surabaya minta tolong dibantu, ya nggak apa, saya kasih," tambahnya.

Jaksa lantas mencecar Bambang terkait pengiriman uang ratusan juta secara bertahap. Menurut Bambang, uang yang jumlahnya di atas Rp 10 juta yang ditransfernya ke Rohadi itu adalah uang pinjaman.

"Ini data, bapak transfer Rp 5 juta minimal, dan ada nilai sampai Rp 240 juta gimana?" tanya jaksa Takdir lagi.

"Itu Pak Rohadi pinjam uang sama saya untuk mantu anaknya, untuk nikahkan anaknya," jawab Bambang.

"Kalau lain-lain, ada Rp 30 juta, Rp50 juta?" tanya jaksa lagi.

"Pokoknya di atas 10 (Rp 10 juta, red) biasanya pinjaman," tegas Bambang.

Simak juga video 'Penampakan Rumah Sakit di Indramayu Milik Rohadi PNS 'Tajir Melintir'':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2