Sebab Pengemudi Mercy Tabrak Bocah di Kelapa Gading: Sibuk Atur Seat Belt

Rahmat Fathan - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 21:15 WIB
Jakarta -

Polisi mengungkap penyebab kejadian tabrak lari yang melibatkan mobil Mercy dengan orang tua dan anak di Kelapa Gading, Jakut. Pengemudi yang berinisial MRK (21) mengaku sedang membetulkan seat belt.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menyampaikan pihaknya masih mendalami kasus ini. Namun, kata Sambodo, MRK saat itu sedang kekurangan konsentrasi mengemudi.

"Makanya itu masih kita dalami bahwa yang bersangkutan sedang mengatur kursi, seat belt, dan sebagainya, jadi tidak memperhatikan situasi di jalanan," ujar Sambodo di Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (23/3/2021).

Kendati begitu, polisi tetap akan melakukan pemeriksaan lebih jauh. Terlebih, MRK juga sedang dites urine.

"Yang bersangkutan juga sudah kita lakukan cek urine. Namun hasilnya masih kita tunggu," ucap dia.

Kejadian tabrak lari ini terjadi pada Minggu (21/3) lalu sekira pukul 06.17 WIB. Korbannya berjumlah tiga orang, terdiri dari ayah, ibu, dan anaknya yang masih berusia 9 tahun.

Pengemudi mobil, MRK, juga telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan. Barang bukti berupa mobil mewah jenis Mercy yang dipakai MRK juga turut disita polisi.

Adapun MRK dijerat Pasal 310 ayat 3 dan Pasal 312 UU Nomor 22 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Pasal 310 ayat (3) berbunyi:

"Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (4), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp10 juta".

Pasal 312 berbunyi:

"Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang terlibat Kecelakaan Lalu Lintas dan dengan sengaja tidak menghentikan kendaraannya, tidak memberikan pertolongan, atau tidak melaporkan Kecelakaan Lalu Lintas kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231 ayat (1) huruf a, huruf b, dan huruf c tanpa alasan yang patut dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun atau denda paling banyak Rp75 juta".

(mea/mea)