Pergoki Suami Mesum dengan Selingkuhan, Wanita di Sulut Jadi Korban KDRT

Angel Rawis - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 18:25 WIB
Ilustrasi kekerasan
Ilustrasi KDRT (Foto: iStock)
Manado -

Seorang wanita berinisial AM (24) menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) setelah memergoki suaminya bersama wanita lain. Korban lalu melapor ke polisi atas kekerasan yang dialaminya.

Kapolres Tomohon, AKBP Bambang A Gatot, menjelaskan kasus itu bermula saat korban mendatangi tempat pangkas rambut di Kelurahan Walian Satu, Lingkungan I, Kecamatan Tomohon Selatan, Sulawesi Utara (Sulut), pada Senin (22/3) sekitar pukul 17.00 Wita. Namun di lokasi tersebut korban menemukan suaminya sedang berbuat mesum dengan wanita lain, FM.

"Saat itu korban melihat langsung kalau suaminya sedang memeluk dan mencium sambil meremas bagian sensitif dari wanita idaman lain tersebut," kata AKBP Bambang Gatot, Rabu (24/3/2021).

Sementara itu, Katim URC Totosik Polres Tomohon Aipda Yanny Watung mengatakan korban yang merasa cemburu langsung menghampiri dan menegur suami bersama wanita tersebut. Adu mulut pun terjadi antara korban dan FM.

Sementara adu mulut terjadi, tiba-tiba pelaku datang dan langsung memukuli korban. Akibatnya, korban kesakitan serta mengalami bengkak di bagian kepala dan dada.

Korban yang sakit hati langsung melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian yang langsung direspons oleh Tim URC Totosik Polres Tomohon.

"Begitu mendapat laporan, kami langsung meluncur ke tempat kejadian dan mengumpulkan keterangan dari korban dan saksi, sementara tersangka yang saat itu tahu sementara diburu Tim Totosik, sengaja melarikan diri dan berpindah-pindah tempat," tutur Aipda Yanny Watung.

Pelaku sempat melarikan diri ke arah Tondano, Minahasa. Kemudian berpindah lagi ke Airmadidi Minahasa Utara. Hingga akhirnya Tim Totosik mendapat informasi tersangka sedang berada di Tomohon menggunakan sebuah mobil.

"Saat menyusuri Jalan Sreko Kolongan, kami berhasil mengamankan tersangka di dalam mobil, hingga kemudian dibawa ke Polres Tomohon guna penyelidikan lanjutan," kata Watung.

(jbr/jbr)