Marah Disebut Lemah, Residivis di Bali Tikam Dokter Hewan hingga Tewas

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 15:41 WIB
Polres Tabanan menangkap residivis yang bunuh dokter hewan karena tersinggung dibilang lemah (dok Polres Tabanan)
Polres Tabanan menangkap residivis yang bunuh dokter hewan karena tersinggung dibilang lemah. (Dok. Polres Tabanan)
Tabanan -

Seorang dokter hewan bernama I Made Kompyang Artawan alias Dipa (47) tewas dibunuh tetangga dusunnya, Ida Bagus Ketut Alit Surya Ambara alias Gustut (39). Gustut telah ditangkap polisi dan tengah diperiksa lebih lanjut.

"Benar telah terjadi peristiwa penganiayaan berat menyebabkan korban sampai meninggal dan pelakunya telah berhasil kita amankan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Tabanan AKP Aji Yoga Sekar melalui keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (24/3/2021).

Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Selasa (23/3) sekitar pukul 18.30 Wita di Banjar Dinas Darma Kelod, Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Gustut nekat membunuh tetangganya tersebut karena tersinggung ucapan korban.

"Pelaku merasa tersinggung dengan ucapan korban karena dibilang sangat lemah," ujar dia.

Gustut pun langsung menyerang korban menggunakan pisau lipat. Korban mengalami luka di punggung dan lehernya.

"Korban sempat memberikan perlawanan namun akhirnya korban tersungkur. Korban dibantu oleh warga masyarakat setempat dibawa RSUD Tabanan. Namun hasil pemeriksaan petugas medis, korban dinyatakan sudah meninggal," tuturnya.

Pelaku ditahan di rutan Polres Tabanan untuk diperiksa lebih lanjut terkait kasus pembunuhan tersebut. Gustut disangkakan melanggar Pasal 338 KUHP subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang dengan ancaman hukuman kurungan paling lama 15 tahun.

Polres Tabanan menyita sejumlah barang bukti berupa satu buah pisau lipat, satu unit sepeda motor warna putih dengan nomor polisi DK-2036-GAF, dan satu unit sepeda motor warna putih bernomor polisi DK-6346-GAF.

"Sesuai hasil interogasi dengan terduga pelaku mengakui perbuatannya. Dan dari hasil pemeriksaan para saksi terungkap pelaku adalah seorang residivis telah berulang menjalani hukuman dalam kasus pencurian tahun 1999, terlibat judi togel tahun 2009," kata dia.

(jbr/jbr)