Unduh Data Black Box Trigana Air, KNKT Dalami Kerusakan Mesin-Landing Gear

Kadek Melda - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 13:58 WIB
Pesawat kargo Trigana Air PK-YSF yang tergelincir di landasan pacu Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, tengah dievakuasi. Badan pesawat dipotong menjadi beberapa bagian.
Trigana Air Saat Dievakuasi (Humas Lanud Halim)
Jakarta -

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sudah mengambil black box pesawat kargo Trigana Air PK-YSF yang tergelincir di bandara Halim Perdanakusuma akhir pekan lalu. Pihak KNKT mengatakan ada dua permasalahan yang akan didalami terkait kecelakaan tersebut.

"Jadi ada dua masalah, pertama pilotnya melaporkan mesin kanan ada kerusakan, kemudian dimatikan. Yang kedua, pada saat mendarat, landing gear-nya patah, jadi... rusak yang kedua mengapa gearnya patah," kata Kepala Sub-komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT Kapten Nurcahyo Utomo saat dihubungi, Rabu (24/3/2021).

"Jadi ada dua hal yang mau kita dalami mengapa mesin kanan rusak, yang kedua mengapa landing gearnya rusak," lanjutnya.

Nurcahyo menuturkan, pilot sudah mendapat pelatihan untuk mendaratkan pesawat dalam kondisi mesin mati. Dia menyebut seharusnya tidak ada permasalahan terkait pendaratan.

"Karena mendarat dengan satu mesin itu pilot sudah diajarin, sudah dilatih, harusnya tidak ada masalah. Jadi terbang, mendarat mesin mati setelah take off itu pilot sudah diajarin, jadi seharusnya tidak ada masalah. Nah ini pilotnya sudah bisa terbang sudah bagus, sudah bisa menjelang mendarat sampai mendarat bahkan, kemudian kenapa landing gear-nya rusak," tuturnya.

Nurcahyo menyampaikan flight data recorder (FDR) Trigana Air yang sudah diambil saat ini masih berupa data tabulasi. Nantinya data FDR akan ditransfer untuk dilihat berapa kecepatan hingga ketinggian pesawat pada saat itu.

"Black box sudah di-download (FDR) itu keluarnya masih data tabulasi jadi masih 01-01 bahasa komputer. Ini sedang kita transfer untuk menjadi angka yang kita bisa lihat ini apa sih, nah kalau itu sudah ketemu angkanya kecepatan berapa, ketinggian berapa, baru kita bisa lihat apa yang mau kita dalami. Nah, sekarang prosesnya masih sedang tahap untuk merubah data tabulasi menjadi data yang bisa kita pahami," ujarnya.

Nurcahyo mengatakan terdapat rekaman suara interaksi pilot dengan ATC dalam cockpit voice recorder (CVR). Rekaman itu berdurasi 30 menit. Namun Nurcahyo belum mengetahui jelas apa saja isi percakapan tersebut.

"CVR nya masih dalam proses, itu sudah di-download, sudah ketahuan ada suaranya, tapi belum didengerin karena masih kresek-kresek, jadi nanti difilter lebih dibersihin, saya juga belum dengar. Yang saya tahu rekamannya ada 30 menit, itu mulainya katanya dari pilot melaporkan kerusakan ke tower ke ATC mulai dari situ sampai akhir penerbangan itu yang terekam di CVR tapi saya sendiri juga belum mendengarkan isinya apa secara detail karena sekarang masih proses filtering," ucapnya.

Lebih lanjut Nurcahyo menyampaikan investigasi ini juga melibatkan National Transportation Safety Board (NTSB) selaku produsen asal pesawat. Pihak NTSB kata Nurcahyo sudah menunjuk satu orang untuk ikut terlibat dalam investigasi.

"Ketentuan internasional bahwa setiap kecelakaan, negara yang membuat pesawat berhak untuk ikut di dalam investigasi. Kita sudah kasih tau NTSB mereka sudah menunjuk satu orang di investigasi ini tapi mereka tidak ke sini jadi kerja sama tetap dari Amerika nanti dokumennya kita share dengan mereka," imbuhnya.

Sebelumnya, proses evakuasi badan pesawat telah rampung sepenuhnya pada Minggu (21/2) kemarin. Aktivitas penerbangan di bandara juga sudah kembali beroperasi normal untuk melayani penerbangan sipil sejak pukul 04.00 WIB.

Adapun pesawat Trigana Air PSK YSF tergelincir di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Pesawat tersebut dalam kondisi keluar dari runway.

(knv/knv)