Round-Up

Akhir dari Pesawat Trigana Air PK-YSF Usai Tergelincir

Tim detikcom - detikNews
Senin, 22 Mar 2021 08:10 WIB
Pesawat kargo Trigana Air PK-YSF yang tergelincir di landasan pacu Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, tengah dievakuasi. Badan pesawat dipotong menjadi beberapa bagian.
Foto: Humas Lanud Halim
Jakarta -

Pesawat Trigana Air nomor registrasi PK-YSF tergelincir di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu siang kemarin. Kini, pesawat itu tak lagi beroperasi, badan pesawatnya dipotong-potong untuk proses evakuasi.

Tergelincirnya Trigana Air ini membuat Bandara Halim tak beroperasional sementara. Untuk mempercepat pemulihan operasional bandara, akhirnya diputuskan untuk memotong badan pesawat menjadi 3 bagian guna mempercepat pemindahan badan pesawat yang berpotensi menggangu landasan pacu.

"Jadi ini atas dasar koordinasi sekali lagi, persetujuan pertama dari PT Trigana kemudian kita rapat tadi malam sampai 08.30 WIB diputuskan yang paling efektif adalah dengan memotong karena dari PT Trigana, KNKT, Angkasa Pura II setuju bahwa pesawat sudah total lost, tidak bisa digunakan lagi sehingga cara cepat membuka bandara dengan cara melakukan pemotongan sehingga lebih mudah diangkut dengan crane dan harapan kami cepat dan bandara bisa dibuka untuk seluruh penerbangan," kata Danlanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Bambang Gunarto kepada wartawan, Minggu (21/3/2021).

Bambang menuturkan dalam prosedur penerbangan di dinas perhubungan dan internasional ada jarak obstacle yang mesti diatur agar pesawat bisa melaju di runway bandara. Ekor Trigana Air yang tergelincir Sabtu kemarin itu disebut terlalu dekat dengan pinggir runway bandara.

"Jarak aman adalah 80 meter dari pinggir runway. Hal itu tidak memungkinkan karena jarak ke arah utara atau pagar depan tidak sampai 80 meter sehingga perlu kita segera angkat ke lebih jauh lagi," paparnya.

"Berdasarkan persetujuan, akhirnya pesawat dipotong tiga bagian, yakni ekor, badan, kepala. Supaya crane kita bisa angkat karena tonase utuh pesawat berat 36 ton jadi kalau harus dibagi badan, ekor, kepala itu diangkat crane jadi gampang diangkatnya," jelas Bambang.

Selain itu, runway Bandara Halim diperbaiki. Akibat gesekan pesawat yang tergelincir, ada landasan yang rusak.

"Karena pesawat tersebut pada kenyataannya mengalami kecelakaan ya, tapi ini ada gesekan di runway sehingga runway tidak rata lagi, jadi logikanya begitu, sehingga bagian-bagian tidak rata ada cekungan, pecahan, kita segera atasi penambalan," jelas Bambang.

Perbaikan dilakukan secara bersamaan dengan proses evakuasi. Bambang memastikan, black box pada pesawat Trigana Air masih utuh dan aman sehingga KNKT bisa melakukan investigasi penyebab pesawat itu tergelincir.

"Saat ini belum diambil jadi masih kita pindahkan terutama di bagian ekor yang terdapat black box ya, kemudian voice recording yang ada di kokpit kita satukan di tempat aman sehingga nanti investigasinya mengarah kepada tempat kita menempatkan bahan tersebut," ucapnya.

Tonton video 'Trigana Air Dievakuasi, Badan Pesawat Dipotong Beberapa Bagian':

[Gambas:Video 20detik]


Selanjutnya
Halaman
1 2