Menhub Minta Akses Jalan ke Bandara Kuabang Diperlebar

Yudistira Imandiar - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 13:32 WIB
Bandara Kuabang
Foto: Kemenhub
Halmahera Utara -

Bangunan terminal penumpang baru di Bandara Kuabang di Halmahera Utara, Maluku Utara telah diresmikan Presiden Joko Widodo. Bandara ini pun bersiap untuk kembali melayani penerbangan reguler.

Agar mendukung aksesibilitas dari dan menuju Bandara Kuabang, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengusulkan agar akses jalan dari daerah Sofifi menuju Kecamatan Kao, lokasi Bandara Kuabang dapat diperlebar.

"Saya selaku insan perhubungan mengusulkan agar jalan dari Sofifi menuju tempat ini bisa diperlebar agar jarak tempuh dari Sofifi ke Kuabang menjadi lebih dekat," ungkap Budi saat acara peresmian Terminal Penumpang Bandara Kuabang, Rabu (24/3/2021).

Budi Karya mengulas keberadaan Bandara Kuabang sangat penting, karena dapat meningkatkan konektivitas dan mempermudah aksesibilitas masyarakat di Provinsi Maluku Utara dan sekitarnya. Oleh sebab itu pihaknya menyiapkan bandara yang memadai untuk mempermudah mobilitas masyarakat.

"Bandara ini menjadi kebanggaan masyarakat Maluku Utara. Dengan anggaran lebih dari Rp 300 miliar dan panjang runway 2.400 m, cukup panjang dan sangat memadai untuk meningkatkan konektivtias, pariwisata, dan kegiatan ekonomi di Maluku Utara," ujar Budi.

Untuk diketahui, Bandara Kuabang diproyeksikan dapat memicu peningkatan aktivitas pariwisata di Halmahera Utara mengingat ada sejumlah destinasi wisata alam dan bahari andalan di sana, antara lain Pantai Luari, Taman laut Tupu-Tupu, Taman laut Tagalaya, Taman laut Pawole, Laguna Tagalaya, Pulau Kakara, Pulau Bobale, Pulau-pulau kecil Loloda dan Pantai Panamboang.

Bandara Kuabang juga akan difungsikan sebagai alternatif dari Bandara Sultan Babullah di Ternate yang berlokasi dekat dengan daerah Sofifi sebagai ibu kota Provinsi Maluku Utara. Lokasi Bandara Sultan Babullah Ternate yang berdekatan dengan Gunung Gamalama dan Gunung Dukono kerap kali mengalami gangguan operasional akibat sering terjadinya letusan kedua gunung tersebut. Posisi Bandara Kuabang yang berjarak 85 km dari Sofifi relatif tidak terdampak letusan dari kedua gunung tersebut, sehingga Kemenhub menilai bandara ini layak untuk dikembangkan.

(prf/ega)