Kajari Minta Karangasem Gali Potensi Demi Wujudkan Good Governance

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 23 Mar 2021 09:43 WIB
Kajari Karangasem Aji kalbu Pibadi Saat menyampaikan Sambutan di acara Good Governance (Foto: dok Kejari Karangasem)
Foto: Kajari Karangasem Aji kalbu Pibadi Saat menyampaikan Sambutan di acara Good Governance (Foto: dok Kejari Karangasem)
Denpasar -

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karangasem Aji Kalbu Pribadi bicara pentingnya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance. Dia meminta Pemkab Karangasem tengah mewujudkan good governance khususnya dalam bidang hukum dan pengelolaan anggaran.

Hal itu disampaikan Aji Kalbu seminar 'Karangasem Menuju Good Governance', Senin (22/3). Aji Kalbu mengungkapkan, banyak potensi di Karangasem yang belum tergali.

"Banyak potensi di Karangasem sebenarnya, mulai dari laut bahkan ada minerba di sini tapi lihat kondisi Karangasem hanya seperti ini. Bukan saya tidak menafikan kemajuan-kemajuan yang sudah dilakukan sebelum-sebelumnya," kata Aji Kalbu dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/3/2021).

Aji Kalbu juga menekankan pentingnya pengelolaan anggaran. Karena itu, dia meminta pengelolaan anggaran di Karangasem harus dikelola dengan sebaik-baiknya dan tidak menyeleweng dari aturan yang berlaku. Selain itu, Aji juga meminta para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk ikut serta aktif dalam membantu kepala daerah Karangasem.

"Mari kita manfaatkan potensi yang ada, Pak Bupati juga mungkin tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari jajarannya," ujar Aji Kalbu.

Lebih lanjut, Aji Kalbu meminta potensi-potensi yang ada di Karangasem untuk lebih ditekankan lagi untuk digali. Namun, dia mengingatkan agar hal itu dilakukan tanpa melanggar ketentuan yang ada.

"Potensi-Potensi itu yang harus kita gali bersama tentunya tidak melanggar ketentuan yang ada," tegasnya.

Sebagai contoh, Aji Kalbu menilai Good Governance yang berhasil dan layak untuk ditiru merupakan Good Governance di era pemerintahan Jokowi-Rudi FX di Kota Surakarta., yang menurutnya pendekatan yang dilakukan secara humanis.

"Metode penegakan hukum ini unik, karena menggunakan pendekatan humanistik. Pendekatan ini efektif karena dukungan kondusif dari masyarakat sipil," jelas Aji Kalbu.

Simak juga 'Vaksinasi 3 Kawasan Hijau COVID-19 di Bali Gunakan AstraZeneca':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/mae)