detikcom Do Your Magic

Bina Marga Tak Bisa Persempit Bollard, Minta Dishub Jaga Trotoar Kuningan

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 22 Mar 2021 17:29 WIB
Trotoar penyeberangan pejalan kaki jadi tempat putar balik pemotor di Jl Prof Dr Satrio, Kuningan, Jaksel, 22 Maret 2021. (Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Trotoar penyeberangan pejalan kaki jadi tempat putar balik pemotor di Jl Prof Dr Satrio, Kuningan, Jaksel, 22 Maret 2021. (Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Jakarta -

Pemotor memanfaatkan celah penghalang atau bollard untuk berputar balik di trotoar depan Mal Kuningan City, Jl Prof Dr Satrio, Jakarta Selatan. Dinas Bina Marga DKI Jakarta menyebut jarak dan pemasangan bollard sudah sesuai aturan sehingga meminta Dinas Perhubungan (Dishub) berjaga di lokasi.

"Barangkali, dengan penegakan peraturan masyarakat, dengan kolaborasi antar Satpol PP dan Dishub untuk menjaga motor tidak ke trotoar, atau kalau memungkinkan, dengan memasang alat tilang elektronik di sekitar lokasi tersebut," ucap Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, saat dihubungi, Senin (22/3/2021).

Hari menyampaikan ada aturan soal pemasangan bollard di trotoar. Aturan itu menyangkut soal jarak antar-bollard yang tidak boleh terlalu rapat.

Aturan yang ditunjukkan oleh Hari adalah SE Menteri PUPR Nomor 02/SE/2018, Petunjuk Teknis Jalan yang berkeselamatan di Kawasan Perkotaan, dan SE Bina Marga Nomor 12/SE/2020.

Dalam petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Direktorat Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, ditulis:

Pemasangan tiang pengaman tidak mengganggu ruang trotoar. Jarak interval antar tiang sekurangnnya 0,90 m, harus selalu diperhatikan.

Dalam petunjuk teknis tersebut, jarak antar-bollard memfasilitasi pengguna kursi roda agar bisa tetap bisa melintas.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.