detikcom Do Your Magic

Pedestrian Jaksel Harap Pasak Trotoar Ini Dirapatkan Agar Halangi Pemotor

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 22 Mar 2021 13:54 WIB
Trotoar penyeberangan pejalan kaki jadi tempat putar balik pemotor di Jl Prof Dr Satrio, Kuningan, Jaksel, 22 Maret 2021. (Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Trotoar penyeberangan pejalan kaki jadi tempat putar balik pemotor di Jl Prof Dr Satrio, Kuningan, Jaksel, 22 Maret 2021. (Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Jakarta -

Trotoar sebagai jalur penyeberangan pejalan kaki di Kuningan Jakarta Selatan disalahgunakan pesepeda motor sebagai tempat memutar balik. Para pejalan kaki yang melintasi trotoar tersebut menjadi merasa tidak nyaman.

"Terganggu sih kalau motor lewat," kata salah seorang pejalan kaki, Sam (31), di lokasi trotoar ini, seberang Mal Kuningan City, Jl Prof Dr Satrio, Jakarta Selatan, Senin (22/3/2021) siang.

Dia mengamati, sepeda motor berputar balik di jalur pedestrian tempat menyeberang itu gara-gara celah pasak memang muat dimasuki sepeda motor. Sam berharap pasak atau bollard di trotoar dipasang lebih rapat agar tidak ada celah bagi sepeda motor melewati trotoar.

"Minta dirapetin sih (pasaknya) biar motor nggak lewat lagi," ungkapnya.

Pejalan kaki lainnya bernama Rizky (23) juga merasakan hal senada. Dia merasa tidak nyaman dengan kondisi jalur pejalan kaki yang terokupasi pemotor. Rizky menyebut motor kerap lalulang untuk putar balik di atas trotoar.

"Emang sudah pada ke sini banyak banget (pemotornya), sering juga mondar-mandir," ujarnya.

Trotoar penyeberangan pejalan kaki jadi tempat putar balik pemotor di Jl Prof Dr Satrio, Kuningan, Jaksel, 22 Maret 2021. (Kadek Melda Luxiana/detikcom)Trotoar penyeberangan pejalan kaki jadi tempat putar balik pemotor di Jl Prof Dr Satrio, Kuningan, Jaksel, 22 Maret 2021. (Kadek Melda Luxiana/detikcom)

Rizky menyampaikan ruang bagi pejalan kaki menjadi sempit. Rizky ingin kesemerawutan trotoar ini segera ditertibkan.

"Emang agak sempit. Pengin (ditertibkan) tapi susah juga," ucapnya.

Selanjutnya, harapan agara Pemprov DKI mengurus kondisi ini:

Selanjutnya
Halaman
1 2