KSAD Bela Manganang soal Jenis Kelamin Pernah Diprotes Filipina di SEA Games

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Jumat, 19 Mar 2021 19:00 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa menggelar konferensi pers terkait Aprilia Manganang.
KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa membela Serda Aprilio Perkasa Manganang soal protes yang pernah dilontarkan Filipina pada SEA Games 2015. Andhika menegaskan saat itu Manganang pun tak tahu mengenai kondisi medisnya.

"Satu hal yang saya jelaskan pada saat konferensi pers pertama. Makanya saya mulai dengan kondisi orang tua, waktu hakim menanyakan orang tua sebagai saksi lihat ya? Jadi saya mulai dengan itu. Orang tua termasuk orang yang tidak punya dan juga pendidikannya kurang. Ayah lulus SD saja, ibu tidak lulus SD, plus ekonomi, ibu Suryati ini profesinya sebagai asisten rumah tangga, ayah sebagai buruh di kebun. Jadi satu hal yang bisa saya ucapkan bagi yang menanyakan bahkan dari dunia internasional. Bahwa tidak ada kesengajaan, itu saja," ujar Andika di Mabes TNI AD, Jalan Veteran, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (19/3/2021).

Andika menjelaskan saat itu tim dari SEA Games juga telah memeriksa Manganang. Kala itu, panitia memutuskan Aprilio Manganang, yang saat itu berstatus perempuan, bisa mengikuti pertandingan.

"Jadi Aprilia waktu itu berada di tim, kan juga dilakukan pemeriksaan oleh tim, misalnya SEA Games, kan ada juga tim dari tuan rumah yang bertindak untuk melakukan pemeriksaan. Nah itu pun diputuskan masih bisa bergabung," katanya.

Andika menegaskan tidak ada kesengajaan dari Manganang maupun tim voli Indonesia untuk memanfaatkan kondisi medis tersebut. Sebab, lanjutnya, selama hidupnya saat itu, Manganang meyakini dirinya adalah perempuan.

"Tapi yang paling penting adalah tidak ada kesengajaan. Dianya juga nggak tahu, karena apa? Coba saya ingin tahu, kita ingat nggak umur 28 tahun lalu atau lebih muda, mayoritas kita apa yang diucapkan ibu atau ayah kita itu benar. Sehingga sampai sekarang pun apa yang diucapkan ibu, yang selalu memperlakukan dia, manggilnya juga 'Lia', apa yang bisa dilakukan," tutur Andika.

"Jadi sama sekali tidak ada kesengajaan untuk misalnya, 'oh supaya menang tim voli, oleh karena itu saya pura-pura saja jadi perempuan'. Itu saja, selebihnya itu terserah," sambung dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2