Round-Up

Cerita Edhy dan Sespri-sesprinya

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 19 Mar 2021 06:51 WIB
Mantan Menteri KKP, Edhy Prabowo kembali diperiksa kasus suap terkait perizinan ekspor benih lobster. Edhy tampak memakai rompi tahanan dengan tangan diborgol.
Edhy Prabowo memakai rompi orange (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Ada cerita menarik di balik pengangkatan sejumlah sekretaris pribadi (sespri) mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo. Edhy mengaku butuh sespri lebih dari satu karena memiliki pekerjaan selain menjadi menteri saat itu.

Hal itu disampaikan Edhy saat bersaksi di sidang perkara dugaan suap ekspor benih lobster atau benur dengan terdakwa Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (PT DPPP), Suharjito. Awalnya, Edhy menjelaskan punya tugas selain sebagai menteri yang mengharuskannya memiliki pembantu tambahan.

"Saya juga mencoba, karena memang sebagai menteri saya harus fokus dengan pekerjaan utama saya untuk mengelola sektor kelautan dan perikanan, dan saya punya kegiatan-kegiatan lain, sebagai menteri saya juga sebagai pengurus banyak organisasi, dan pengurus partai, ormas dari pencak silat, hingga organisasi kelautan dan perikanan," kata Edhy secara virtual di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (17/3/2021).

Edhy akhirnya menunjuk sespri berjumlah empat orang, yakni Anggia Tesalonika Kloer, yang merupakan model, Fidya Yusri, Putri Elok, dan Nur. Menurut Edhy, pengangkatan keempatnya sudah melewati konsultasi kesekjenan dan diperbolehkan.

"Akhirnya saya perlu pembantu-pembantu tambahan. Saya ini konsultasikan dengan kesekjenan, apakah masih memungkinkan untuk menambah, makanya saya mengusulkan untuk menambah sekretaris dan kalau aspri memang sudah otomatis ada, tapi sekretaris ini saya ajukan, dan boleh," ucap Edhy.

"Maka saya angkat 4 pembantu, Saudara Anggia Tesalonika, Saudara Fidya, dan Saudari Putri Elok, dan Saudara Nur," tambahnya.

Edhy mengaku telah membiayai sewa apartemen untuk tiga sespri wanitanya itu. Mulanya, hal itu diungkap oleh mantan sespri Edhy Prabowo, Amiril Mukminin.

Dalam persidangan di PN Tipikor Jakarta, Amiril memberikan sejumlah kesaksian terkait aliran duit majikannya itu. Saat itu Amiril bersaksi dalam kasus penyuap Edhy Prabowo, Suharjito.

Di dalam ruang sidang Amiril mengaku hanya ingat waktu itu membayar mobil untuk dua sespri wanita, Anggia Putri Tesalonika Kloer.

"Saudara juga menarik menggunakan itu untuk membeli mobil atas perintah Pak Edhy untuk sekretarisnya, Anggia Putri Tesalonika Kloer?" tanya jaksa KPK.

"Itu kalau nggak salah saya pakai uang Bapak, Pak, karena saya bayarnya cash," jawab Amiril.

Jaksa KPK kembali mendalami sumber uang untuk membeli mobil HR-V hitam untuk Anggia. Amiril pun menjawab uang tersebut diambil dari rekening Dirut PT Aero Citra Kargo (ACK), Amri. Diketahui dalam dakwaan, PT ACK disebut sebagai perusahaan kargo yang diduga diatur untuk pengangkutan ekspor benih lobster (benur) oleh Edhy. Nama Achmad Bachtiar dan Amri dipinjam namanya sebagai pengurus perusahaan (nominee) di PT ACK.

"Kalau nggak salah dari Amri," ujar Amiril.

Simak berita selengkapnya di halaman berikut

Saksikan video 'KPK Dalami Peran Edhy Prabowo Terkait Rp 52 M yang Disita':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3