MAKI Desak Kejagung Segera Lelang Ferrari-Rolls Royce Sitaan Kasus ASABRI

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 18 Mar 2021 22:19 WIB
Koordinator MAKI, Boyamin Saiman
Koordinator MAKI, Boyamin Saiman (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk segera melelang mobil-mobil sitaan terkait kasus ASABRI. Mobil-mobil sitaan itu lambat laun akan rusak dan turun harga.

"Pertama adalah meminta segera dilakukan lelang terhadap mobil-mobil mewah milik tersangka ASABRI dan juga sebenarnya Jiwasraya dulu kan ada mobil mewahnya gara-gara terlambat tidak segera dilelang, maka kesulitan Jiwasraya untuk melelang, sekarang karena sudah di bawah penguasaan pengadilan dan itu nanti kalau kasasinya lama maka akan bisa mobil itu jadi rusak. Belajar dari pengalaman itu maka mumpung sekarang mobil itu masih di kekuasaan penyidik yang ASABRI untuk minta segera dilelang," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman kepada wartawan di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/3/2021).

Boyamin menerangkan, dalam pelelangan mobil sitaan ini, Kejagung bisa menggandeng Kementerian Keuangan agar menghindari unsur kecurigaan dari pihak lain. Dasar pelelangan itu tertuang dalam KUHAP Pasal 45.

"Supaya tidak ada kecurigaan, lelangnya melalui balai lelangnya Kementerian Keuangan jadi jangan kejaksaannya yang melelang, nanti takut ada apa-apa lagi dasar pelelangan itu adalah Pasal 45 KUHAP," ungkap Boyamin.

Boyamin mengatakan barang sitaan yang kasusnya masih dalam tahap penyidikan bisa dilelang tanpa harus menunggu inkrah. Jika terdakwa dinyatakan bebas, barang tersebut bisa dikembalikan.

"Barang yang cepat rusak, boleh bilang saat penyidikan. Nanti kalau diputus bebas, uangnya itu yang diberikan kepada terdakwa kan gitu caranya gitu dan sudah ada peraturan Jaksa Agung juga tentang itu, hampir sama miriplah intinya, dasarnya Undang-Undang Pasal 45 bahwa barang yang rusak langsung langsung dilelang," katanya.

Terpisah, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Ali Mukartono mengatakan pelelangan sitaan memang bisa dilakukan meskipun masih tahap penyidikan. Namun, terkait saran Boyamin, pihaknya masih akan mengumpulkan sitaan itu terlebih dahulu.

"Dia sarankan saja bahwa itu lelang, nanti dikumpulkan. Bisa di tingkat penyidikan, bisa, cuma kan masih dicari yang lain, Boyamin nyarankan kenapa tidak dilelang, bisa saja, tapi jangan dikit-dikit lelang, biar ke kumpul dulu lah," katanya.

Kejagung akan terus melacak aset para tersangka untuk mengembalikan kerugian keuangan negara. karena sampai saat ini, Ali menyebut aset-aset sitaan itu belum dapat memenuhi 50 persen dari kerugian negara.

"Kan kekurangannya masih banyak tadi, masih dicari kan, untuk angka yang pernah disebutkan itu kan belum sampai ke situ, kita masih cari, satu di lelang, satu dilelang, nanti proseduralnya malah lama," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2