Kades di Bekasi Ungkap Manfaat Kampung Tangguh untuk Hasil Kebun

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 18 Mar 2021 20:13 WIB
Warga Desa Hegarmukti di Cikarang, Bekasi
Warga Desa Hegarmukti di Cikarang, Bekasi Foto: Istimewa
Jakarta -

Berbekal lahan pinjaman sebuah perusahaan, warga Desa Hegarmukti di Cikarang, Bekasi tetap produktif meski diterpa pandemi COVID-19. Tanah seluas dua hektare itu disulap warga menjadi kebun sayur.

"Jadi ini lahan dipinjamkan PT Delta Mas, jadi dia membantu pinjamkan lahan dan bangun jalannya ke arah lahannya. Mulai Januari, pembentukan Kampung Tangguh Jaya. Idenya dari Brimob jajaran Polda Metro Jaya. Jadi ini kerja sama warga, PT Delta Mas dan Brimob. Yang bimbing kita Brimob," jelas Kepala Desa Hegarmukti, Ajo Subarjo kepada wartawan, Kamis (18/3/2021).

Ajo mengatakan segala jenis sayuran mulai dari cabai, kangkung, singkong, jahe merah telah ditanam warganya di lahan kebun itu. Ke depan, warga berencana menanam bibit jambu kristal, yang saat ini ramai diolah menjadi kudapan.

"Kami juga ini mau rencana tanam bibit jambu kristal. Ada juga kemarin cabai, kangkung juga. Bibitnya juga kerja sama, dari Brimob, dia juga kasih pupuk sambal penyuluhan. Singkong, jahe merah juga ditanam di kebun kita," terang Ajo.

Kegiatan berkebun itu memberi dampak ekonomi bagi warga karena hasilnya sebagian besar dijual ke pasar atau tukang sayur keliling. Ajo menuturkan hasil kebun itu selalu laku dijual.

"Kemarin cabai pas musim hujan kurang bagus panennya. Tapi ada hasilnya, langsung dijual ke pasar, kadang ke tukang sayur keliling juga.Pasti ada yang beli kalau namanya sayuran, apalagi kalau cabai sama singkong pasti," ucap Ajo.

"Hasil penjualan sayuran ya lumayan banget. Masyarakat kan rata-rata nggak punya tanah. Dengan tanah PT Delta Mas kan jadi ada lahan yang bisa ditanamin sayuran. Jadi dampaknya pemasukan ke warga juga lumayan, menolong sekali di saat pandemi gini. Warga makin semangat (garap lahan kebun), hasil kebun makin melimpah," sambung Ajo.

Ajo mengatakan dirinya sering membahas rencana penggarapan kebun warga bersama polisi. Tak jarang pula mereka saling tukar pikiran untuk menjadikan warga lebih baik dalam hal ketahanan pangan dan ekonomi.

"Saya juga sekarang jadi sering dipanggil ke kantor Brimob, 'Apa yang perlu dikembangkan?'. Mereka juga kasih saran, tanyain apa lagi yang bisa diganggu, dikerjain bareng-bareng. Kita sebagai masyarakat dengan adanya Brimob yang begitu ya merasa tambah dekat. Makin merasa dilindungi gitu," tutur Ajo.

"Awal-awalnya saya juga agak takut, saya ngeri juga kalau salah-salah kan. Tapi mereka bagus banget, kelihatan bantuin kitanya itu tulus, nggak dibuat-buat atau sekadar formalitas karena ada program ini (Kampung Tangguh Jaya) ya. Mereka sering ajak kita tukar pikiran, mau gimana lagi nih, gimana nih kondisi warga sekarang," sambung Ajo.

Kampung Tangguh Jaya ini merupakan hasil sinergitas TNI dan Polri. Digagas oleh Irjen Fadil Imran usai dilantik menjadi Kapolda Metro Jaya, hingga saat ini sudah berdiri 1.026 Kampung Tangguh Jaya di tingkat RW di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Seperti diketahui, Irjen Fadil Imran menggagas konsep kampung tangguh untuk menghadapi pandemi COVID-19 sejak berdinas sebagai Kapolda Jawa Timur. Kampung Tangguh Jaya ini bisa dibilang memiliki konsep serupa dengan konsep PPKM mikro yang menjadi arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

(hri/fjp)