KontraS Ungkap Bentrok di Pancoran Terkait Tanah Pertamina, Ini Kronologinya

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 18 Mar 2021 13:46 WIB
Ilustrasi tawuran
Foto ilustrasi bentrokan warga. (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Bentrokan warga akibat sengketa lahan di Jalan Pancoran Buntu 2, Jakarta Selatan, kembali terjadi dini hari tadi. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengungkap kronologi dan keterlibatan ormas dalam bentrokan tersebut.

Melalui akun Twitter-nya, KontraS menjelaskan bahwa bentrokan di Pancoran Gang Buntu II dipicu oleh konflik lahan. KontraS menyebut saat itu warga yang mendiami kawasan tersebut mendapatkan serangan bom molotov hingga gas air mata.

"Salah satu momen puncak eskalasi kekerasan terjadi semalam. Warga Pancoran yang masih bertahan di tanah yang telah mereka tempati sejak lama mendapatkan serangan lemparan batu, bom molotov hingga gas air mata," tulis KontraS dalam cuitan unggah kronologi bentrokan, Kamis (18/3/2021).


Berikut ini kronologi bentrokan di Pancoran versi KontraS yang terjadi pada dini hari tadi:

15:00

Ormas mulai memblokade akses masuk utama dan pintu belakang Pancoran Gang Buntu II.

16:00

Warga menuntut untuk PAUD dikembalikan kepada pihak warga, sehingga anak-anak dapat kembali bersekolah dan menuntut agar preman yang menjaga akses masuk Pancoran Gang Buntu II untuk segera pergi karena preman terus mengintimidasi warga dan solidaritas.

17:00

Warga dan solidaritas melakukan negosiasi dengan pihak PT Pertamina (Persero), Polres Jakarta Selatan, dan Polsek Pancoran. Pihak PT Pertamina meminta warga mengirimkan perwakilan untuk melakukan 'mediasi'. Warga dan solidaritas menolak hal tersebut karena yang sudah-sudah mediasi hanya berujung intimidasi dan ancaman untuk menandatangani surat penerimaan kerohiman.

17:00

Pihak PT Pertamina setuju mengeluarkan backhoe (ekskavator) dari lahan Pancoran Gang Buntu II, tapi aparat tetap berjaga di dalam PAUD.

Warga menuntut aparat dan Aditya Karma (Pihak PT Pertamina) untuk meninggalkan PAUD agar anak-anak dapat kembali bermain dan belajar. Negosiasi berlangsung alot dan terjadi adu mulut.

18:00

Akhirnya PAUD berhasil diduduki warga dan solidaritas. Namun aparat tidak pergi dari lahan Pancoran Gang Buntu II dan pindah ke depan portal akses masuk utama.

18:30

Ormas mulai berkumpul di depan portal. Warga dan solidaritas bertahan di PAUD dengan anak-anak. Beberapa saat kemudian, anak-anak yang berada di PAUD diamankan ke aula karena kondisi di depan portal akses masuk utama yang semakin tidak kondusif. Warga dan solidaritas kembali melakukan aktivitas, berjaga di sekitar PAUD dan memblokade akses masuk pintu utama dan pintu belakang.

22:00

Ormas berusaha memprovokasi warga dan solidaritas yang berjaga di tiap akses masuk. Tiba-tiba mulai ada lemparan batu dari pihak ormas dan terjadi bentrokan yang menjatuhkan banyak korban dari pihak warga dan solidaritas. Warga dan solidaritas diserang dari 2 arah akses masuk Pancoran Gang Buntu II.

23:11

Posko medis yang menangani banyak korban dengan peralatan medis yang minim, tiba-tiba ditembaki gas air mata dari 2 arah, sehingga posko medis terkepung dan harus menutup akses masuknya. Yang mengakibatkan sulitnya mobilitas korban dan tim medis yang menangani korban di dalam posko. Setelah serangan gas air mata mulai mereda, posko medis kembali dibuka namun akibat serangan gas air mata, kondisi di dalam posko medis menjadi tidak karuan. Akhirnya korban banyak ditangani di luar posko dengan keadaan alat medis yang sudah habis. Kami berusaha menghubungi ambulance dari RS terdekat, tapi tidak ada yang mau menangani.

00:00

Akses bantuan yang ingin masuk ke posko medis, sulit dijangkau karena seluruh pintu masuk ke Pancoran Gang Buntu II dijaga ketat oleh aparat.

Hingga kini kami masih mendata warga dan solidaritas karena kami mendapatkan informasi beberapa warga dan kawan solidaritas sudah berada di Polda Metro Jaya.

Tonton juga Video: Geng Motor Berulah di Makassar, Bentrok dengan Para Pemuda dan Kabur

[Gambas:Video 20detik]