Terungkapnya Fasilitas 3 Sespri Wanita dan Biduan di Kasus Edhy Prabowo

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 18 Mar 2021 12:05 WIB
KPK kembali memeriksa mantan Menteri KKP Edhy Prabowo. Pemeriksaan itu dilakukan terkait dengan kasus yang kini tengah menjeratnya yakni suap ekspor benur.
Mantan Menteri KKP Edhy Prabowo yang kini jadi tersangka di KPK (Ari Saputra/detikcom)

1. Anggia Putri Tesalonika Kloer, Putri Elok, dan Fidya Yusri

Dalam persidangan pada Rabu, 10 Maret 2021, Amiril Mukminin membeberkan tentang nama Anggia Putri dan Fidya Yusri. Amiril yang merupakan sespri Edhy Prabowo itu mengaku diperintah Edhy Prabowo membelikan mobil dan menyewakan apartemen untuk 2 nama itu.

"Saudara juga menarik menggunakan itu untuk membeli mobil atas perintah Pak Edhy untuk sekretarisnya, Anggia Putri Tesalonika Kloer?" tanya jaksa KPK.

"Itu kalau nggak salah saya pakai uang Bapak, Pak, karena saya bayarnya cash," jawab Amiril.

Jaksa KPK kembali mendalami sumber uang untuk membeli mobil HRV hitam untuk Anggia. Amiril pun menjawab uang tersebut diambil dari rekening Dirut PT Aero Citra Kargo (ACK), Amri. Diketahui dalam dakwaan, PT ACK disebut sebagai perusahaan kargo yang diduga diatur untuk pengangkutan ekspor benih lobster (benur) oleh Edhy. Nama Achmad Bachtiar dan Amri dipinjam namanya sebagai pengurus perusahaan (nominee) di PT ACK.

"Kalau nggak salah dari Amri," ujar Amiril.

Amiril pun memerintahkan staf pribadi istri Edhy Prabowo Iis Rosita Dewi, Ainul Faqih, untuk membayar mobil yang dibeli untuk Anggia.

"BAP 18 huruf f, ada perintah dari Pak Edhy katakan kepada saya Pak Amril coba carikan mobil untuk dipakai Anggia karena Anggia belum punya mobil, HR-V atau CR-V, itu kata Pak Menteri. Saya memerintahkan Ainul Faqih untuk melunasi mobil HR-V tersebut," kata Jaksa KPK saat membacakan BAP dan dibenarkan oleh Amiril.

Amiril juga mengungkap adanya persetujuan Edhy Prabowo untuk membelikan apartemen kepada sesprinya bernama Fidya Yusri. Uang pembeliannya, sebut Amiril, juga berasal dari rekening Amri.

"Fidya ajukan ke saya, saya kira-kira sudah seminggu tinggal di hotel kalau bisa ada kompensasi dari bapak saya ingin ajuin kos atau apa, saya sampaikan ke Pak Menteri, dari Bapak acc, itu langsung saya carikan," ujar Amiril.

"Minta dibantu dia baru kerja. Saya carikan di Menteng Park, Fidya itu 2 kamar Rp 160 juta per tahun. (Duitnya) pinjam dari Amri. Saya yang bayarkan cash," tambahnya.

Edhy Prabowo Akui Sewakan Apartemen ke 3 Wanita

Lantas dalam persidangan Rabu, 17 Maret 2021, Edhy Prabowo mengakui membiayai sewa apartemen untuk 3 wanita. Ketiga wanita itu disebut sebagai sesprinya.

"Saya meminta Amiril untuk menyiapkan satu apartemen yang bisa dipakai buat bertiga," ucap Edhy Prabowo saat bersaksi.

Ketiga wanita yang dimaksud yaitu Anggia Putri Tesalonika Kloer, Putri Elok, dan Fidya Yusri. Anggia yang duduk di kursi saksi turut mengakui hal itu.

"Saya disewakan apartemen sebagai apartemen saya karena tidak punya keluarga di Jakarta dan saya dari daerah dari Manado, saya disewakan apartemen," kata Anggia dalam sidang itu.

"Sesuai pemeriksaan saksi kemarin, Fidya sewa sebesar Rp 160 jutaan per tahun, saksi juga setahun juga ya?" tanya jaksa.

"Setahun juga," ucap Anggia.

Anggia juga mengatakan diberi mobil HRV oleh Edhy Prabowo. STNK mobil itu, sebutnya, atas nama Ainul Faqih yang merupakan staf pribadi istri Edhy Prabowo, Iis Rosita Dewi.

"Kendaraan itu pasca saya sembuh COVID bulan awal Oktober, saya dipinjamkan mobil untuk mempermudah dari tempat tinggal ke kantor agar tidak menggunakan kendaraan umum. STNK atas nama Ainul," jelasnya.

Edhy Prabowo juga mengamini keterangan Anggia. Namun Edhy Prabowo mengaku tidak mengetahui soal mobil tersebut atas nama Ainul Faqih.

"Saya perintahkan Amiril untuk carikan mobil dinas buat dia, tapi karena tidak ada akhirnya saya carikan kredit. Saya tidak tahu atas namanya," ujar Edhy Prabowo.

Jaksa lalu menanyakan sumber pembiayaan apartemen dan mobil yang diberikan kepada Anggia. Edhy Prabowo menjawab membayar sendiri biaya kedua fasilitas itu.

"Bapak tahu sumber uang untuk menyewa kedua apartemen dan mobil H-RV, sumber uang dari mana, Pak?" cecar jaksa.

"Karena itu perintah saya dan uang saya masih cukup untuk membayarkan dua hal tersebut," ucap Edhy Prabowo.

Jaksa sempat membandingkan pernyataan Edhy Prabowo dengan keterangan Amiril soal sumber biaya sewa apartemen dan pembelian mobil yang berasal dari keuntungan perusahaan pengiriman benur, PT Aero Citra Kargo (ACK). Namun, Edhy Prabowo tidak memberikan jawaban.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3