Viral Diduga Meteor Jatuh di Sulteng, Lapan: Asteroid Masuk Atmosfer

Jabbar Ramdhani - detikNews
Kamis, 18 Mar 2021 06:39 WIB
Beberapa bulan terakhir ini bumi terus dihujani oleh partikel asteroid dari luar angkasa. Setidaknya ada fenomena alam yang indah untuk dinikmati seperti hujan meteor Lyrids dan Eta Aquarids. 

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) membagikan kalender astronomi yang akan terjadi pada bulan Mei ini. Salah satunya adalah fenomena alam hujan meteor Eta Aquarids yang terjadi tadi malam dan beberapa hari kedepan.
Ilustrasi asteroid (Foto: Getty Images/Dan Kitwood)
Jakarta -

Video benda bercahaya diduga meteor jatuh di daerah Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) viral di media sosial (medsos). Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) telah menerima laporan terkait video diduga meteor jatuh tersebut.

Kepala Lapan Prof Thomas Djamaluddin menduga benda terekam kamera yang terlihat bergerak di langit ke bawah dan menampakkan ekor putih memanjang itu sebagai asteroid yang masuk ke atmosfer.

"Dari kesaksian warga dan gambar serta video singkat yang saya terima, saya menduga itu meteor besar atau bola api (bollide) yang disebabkan masuknya asteroid ke atmosfer," kata Prof Thomas saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (17/3/2021).

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin. Grandyos Zafna/detikcom.Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin. (Grandyos Zafna/detikcom)

Momen benda jatuh dari langit tersebut terekam warga. Video berdurasi 17 detik terkait momen jatuhnya meteor itu disebut-sebut terjadi di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, pada Selasa (16/3) sekitar pukul 21.00 Wita.

Thomas mengatakan benda langit yang jatuh dan masuk ke atmosfer bumi akan menimbulkan suara dan guncangan. Selain itu juga terlihat kilatan cahaya.

"Jatuhnya asteroid itu bisa menimbulkan gelombang kejut yang menimbulkan suara dentuman dan guncangan. Karena gelombang suara lebih lambat dibandingkan cahaya, maka suara dentuman terdengar belakangan dibandingkan terlihatnya kilatan cahayanya," jelasnya.

Terkait peristiwa ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan tak menerima adanya laporan lintasan meteor di sensor seismik Luwuk, Sulteng. BMKG juga menyebut sensor seismik tak mencatat adanya anomali gelombang seismik terkait jatuhnya benda langit tersebut.

Thomas mengatakan bisa saja sensor seismik tak menangkap gelombang karena jarak yang terlampau jauh dengan objek benda jatuh tersebut.

"Bisa jadi, karena mungkin jaraknya jauh," kata Thomas.

Sebelumnya diberitakan, BMKG menyebut tak ada catatan soal benda langit atau meteor jatuh di wilayah Pagimana, Banggai. Sensor milik BMKG juga tak mencatat getaran seismik.

"Sensor seismik BMKG di Luwuk tidak mencatat adanya anomali gelombang seismik saat masyarakat Pagimana Kabupaten Banggai, Sulawesi Tangah, melaporkan adanya lintasan meteor," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

Simak juga 'Meteor Melintas di Langit Melbourne Terekam Kamera':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/rfs)