Puluhan Guru Ponpes di Riau Diduga Keracunan Usai Santap Makanan Akikah

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 18 Mar 2021 00:13 WIB
Puluhan guru di sebuah ponpes di Pekanbaru dilarikan ke RS karena diduga mengalami keracunan makanan (Dok Polsek Tampan)
Foto: Puluhan guru di sebuah ponpes di Pekanbaru dilarikan ke RS karena diduga mengalami keracunan makanan (Dok Polsek Tampan)
Pekanbaru -

Sekitar 30 orang guru di Pondok Pesantren (Ponpes) Kuttab Al-Fatih Pekanbaru, Riau, dilarikan ke rumah sakit (RS). Mereka dilarikan ke RS diduga akibat keracunan makanan acara akikah.

Informasi diterima detikcom, puluhan guru dilarikan ke rumah sakit sore tadi sekitar pukul 15.30 WIB. Hal ini setelah sejumlah guru mengalami pusing, mual hingga sakit perut diduga akibat keracunan.

Puluhan guru keracunan itu diketahui usai ada guru yang mual dan sakit perut. Guru itu kemudian menghubungi Ketua Yayasan Ponpes Kuttab Al-Fatih di Jalan SM Amin, Hidayatullah (41).

"Pengurus ponpes setelah dapat laporan langsung koordinasi dengan dokter. Lalu dokter mengarahkan mereka di bawa ke RS," terang Kapolsek Tampan Pekanbaru, Kompol Ambarita, Rabu (17/3/2021).

Dari arahan dokter, para guru yang merasa mual dan sakit perut kemudian dibawa ke RS. Warga yang mengetahui itu kemudian melaporkan ke Polsek Tampan.

Setelah dipastikan, benar ternyata ada 30 lebih guru diduga keracunan makanan. Di mana mereka satu hari sebelum kejadian sempat makan nasi kiriman seorang guru yang mengadakan akikah.

"Setelah diperiksa sejumlah saksi, ternyata hari Senin (15/3) ada salah satu guru yang akikah anaknya. Guru tersebut mengantar makanan ke ponpes," kata Ambarita.

Setelah menerima makanan, ada guru yang langsung menyantap nasi tersebut. Namun ada pula yang dimakan sore harinya untuk berbuka puasa.

Terkait apakah makanan ada mengandung racun atau basi, kini masih didalami pihak kepolisian. Sebab di lokasi sudah tidak ada lagi makanan yang tersisa ketika didatangi petugas.

"Apakah basi atau seperti apa masih kami dalami. Sejumlah saksi sudah diperiksa di polsek, semuanya adalah guru," imbuhnya.

Sementara terkait kondisi puluhan guru itu, Ambarita mengaku sebagian sudah pulang dari rumah sakit. Namun ada pula yang masih dirawat akibat mual dan sakit perut.

(ras/jbr)