Perundungan 2 ABG di Medan Belawan yang Viral Dipicu Perebutan Pacar

Ahmad Arfah Fansuri - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 21:09 WIB
Pelecehan dan pemerkosaan pada perempuan
Ilustrasi Bullying (Edi Wahyono/detikcom)
Medan -

Polisi telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan perundungan dua orang remaja di Medan Belawan, Medan, Sumatera Utara (Sumut). Polisi menyebut perundungan dilakukan empat tersangka diduga dipicu perebutan pacar.

"Permasalahan di antara mereka yakni masalah berebutan cowok (pacar)," kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan saat dimintai konfirmasi, Rabu (17/3/2021).

Keempat tersangka itu ialah RS (15), NR (14), NAP (15), dan NA (15). Nainggolan tidak menjelaskan apakah keempat tersangka ditahan atau tidak. Dalam kasus ini, korban ataupun pelaku sama-sama ABG perempuan.

Nainggolan mengatakan, awalnya kedua korban, ZS (14) dan DAP (15), datang untuk meminta maaf kepada tersangka. Namun permintaan maaf itu tidak diterima.

"Setelah bertemu dan korban minta maaf kepada salah satu pelaku, namun permintaan maaf korban tidak diterima. Keempat pelaku malah memukuli kedua korban," ucapnya.

Karena perbuatan tersangka, korban mengalami luka-luka. Orang tua korban tidak terima sehingga membuat laporan ke Polres Belawan. Para tersangka kemudian dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak.

"Secara bersama-sama melakukan penganiayaan terhadap anak, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 KUHP juncto Pasal 76C juncto Pasal 80 UURI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," jelas Nainggolan.

Video keempat tersangka saat melakukan perbuatannya terekam kamera dan viral di media sosial (medsos). Video itu disebut diambil di salah satu pinggir jalan yang ada di Medan Belawan.

Dilihat detikcom pada Minggu (14/3), di dalam video, terlihat salah satu korban ditarik hingga duduk di tanah. Korban kemudian mendapatkan perlakuan kasar dari para pelaku.

Korban lainnya terlihat di dalam video sudah dalam posisi duduk di tanah. Sedangkan yang diduga sebagai pelaku perundungan terus melakukan kekerasan dan mengeluarkan kata-kata hinaan kepada korban.

"Kau kawan aku, nggak tega aku ngelakuin ini sama kau. Nggak usah muka sedih kau," kata salah satu pelaku dalam video.

Polisi pun menyelidiki kasus ini. Polisi sudah memanggil korban untuk dimintai keterangan.

"Sedang dalam penyelidikan, Polres sudah memeriksa saksi-saksi termasuk korban," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Minggu (14/3).

(jbr/jbr)