Kasus Viral Perundungan di Medan Belawan, 4 Remaja Jadi Tersangka

Ahmad Arfah Fansuri - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 19:20 WIB
Ilustrasi bullying
Foto: dok. Thinkstock
Medan -

Video dua orang bocah di Medan Belawan, Medan, Sumatera Utara (Sumut), dirundung viral di media sosial (medsos). Polisi telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus itu.

"Tersangka RS (15), NR (14), NAP (15), dan NA (15)," kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan saat dimintai konfirmasi, Rabu (17/3/2021).

Nainggolan tidak menjelaskan apakah keempat tersangka ditahan. Dia mengatakan keempatnya dijadikan tersangka atas laporan yang dibuat oleh orang tua korban.

"Laporan polisi nomor: LP/107/III/2021/SU/SPKT PeL. Belawan tanggal 13 Maret 2021. Pelapor ayah korban," ucapnya.

Dalam kasus ini, kedua korban adalah ZS (14) dan DAP (15). Terhadap para tersangka, kata Nainggolan, terancam dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak.

"Secara bersama-sama melakukan penganiayaan terhadap anak, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 KUHP juncto Pasal 76C juncto Pasal 80 UURI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," jelas Nainggolan.

Video dugaan perundungan kepada dua bocah di Medan Belawan ini sebelumnya viral. Video itu direkam di pinggiran rel kereta api yang ada di Belawan.

Dilihat detikcom pada Minggu (14/3), di dalam video terlihat salah satu korban ditarik hingga duduk di tanah. Korban kemudian mendapatkan perlakuan kasar dari para pelaku.

Korban lainnya terlihat di dalam video sudah dalam posisi duduk di tanah. Sedangkan yang diduga pelaku perundungan terus melakukan kekerasan dan mengeluarkan kata-kata hinaan kepada korban.

"Kau kawan aku, nggak tega aku ngelakuin ini sama kau. Nggak usah muka sedih kau," kata salah satu pelaku dalam video.

Polisi pun menyelidiki kasus ini. Korban juga dipanggil untuk dimintai keterangan dalam kasus ini.

"Sedang dalam penyelidikan, Polres sudah memeriksa saksi-saksi termasuk korban," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Minggu (14/3).

(jbr/jbr)