Round-Up

Gugur Praperadilan Usai Habib Rizieq Walkout di PN Jakarta Timur

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 20:11 WIB
Habib Rizieq Shihab memenuhi panggilan kepolisian terkait kasus kerumunan di Petamburan, setelah ditetapkan sebagai tersangka. Habib Rizieq tiba di Polda Metro Jaya.
Habib Rizieq (Ari Saputra/detikcom)

Keesokan harinya di PN Jaksel tersebut agenda pembacaan putusan praperadilan yang diajukan Rizieq. Praperadilan itu terkait penahanan dan penangkapan kasus kerumunan di Petamburan.

Hakim tunggal Suharno sempat menskors sidang sebelum membacakan putusan. Sebab, pihak Polri selaku termohon atau tergugat menyebut sidang di PN Jaktim telah dibuka pada Selasa kemarin. Namun pihak Rizieq menepis karena sidang ditunda.

Pihak Polri dihadiri oleh Kabid Hukum Polda Metro Jaya Kombes Hengki, sedangkan dari pihak Habib Rizieq dihadiri pengacara Alamsyah Hanafiah.

"Perkara pokok sudah dibuka untuk umum jam 09.20 WIB di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Yang Mulia," tutur Kombes Hengki.

"Perkaranya sama sekali belum dimulai," timpal Alamsyah.

Menanggapi hal ini, hakim Suharno memutuskan menskors sidang selama satu jam. Hal ini disebut untuk memberikan waktu pada hakim dalam mengambil pertimbangan. Setelahnya hakim Suharno kembali membuka sidang dan menyatakan sidang praperadilan Rizieq gugur.

"Hakim berpendapat bahwa permohonan praperadilan yang diajukan pemohon haruslah dinyatakan gugur," ujar hakim tunggal Suharno dalam persidangan di PN Jaksel, Jakarta Selatan, Rabu (17/3/2021).

Dalam pertimbangannya, hakim menyebut perkara pokok terkait kasus kerumunan Petamburan telah dilimpahkan oleh polisi kepada jaksa. Selain itu, sidang pokok perkara juga telah dinyatakan dimulai di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

"Hakim berpendapat bahwa sidang pokok perkara telah dilimpahkan tanggal 9 dan hakim telah memulai sidang tersebut, dimulai atau terlaksana," kata Suharno.

Suharno juga mengatakan gugurnya praperadilan mengacu pada Pasal 28 ayat 1 huruf d Tahun 1981 tentang KUHAP. Di mana disebutkan gugatan praperadilan dinyatakan gugur bila sidang pokok perkara telah dimulai.

"Berdasarkan Pasal 82 ayat 1 huruf d Tahun 1981 tentang KUHAP," tuturnya.


(dhn/dhn)