Menkumham: Paspor AS Orient Riwu Kore Berakhir 2027, Paspor RI 2024

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 14:39 WIB
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly
Yasonna Laoly (Rakean Radhana Natawigena/20detik)
Jakarta -

Status kewarganegaraan Bupati Sabu Raijua terpilih, Orient P Riwu Kore, ikut dibahas saat rapat kerja Komisi III DPR bersama Menkumham Yasonna Laoly. Yasonna mengungkap fakta soal dua paspor milik Orient Riwu Kore.

"Dari Direktorat Jenderal Kependudukan, diperoleh informasi bahwa Saudara Orient masih tercatat sebagai WNI dengan KTP dan kami menanyakan langsung melalui sambungan telepon melalui Dirjen AHU benar bahwa dia memiliki paspor Amerika, bahkan juga memiliki paspor Indonesia," kata Yasonna saat rapat di gedung DPR, Jakarta, Rabu (17/3/2021).

"Diketahui, paspor Amerika-nya itu akan berakhir 2027, paspor Indonesia-nya akan berakhir April 2024," sambungnya.

Yasonna juga mengungkap latar belakang keluarga yang memungkinkan Orient Riwu Kore mendapatkan kewarganegaraan AS. Orient Riwu Kore memiliki istri WN AS dan anaknya pun tentara di AS.

"Beliau itu adalah menikah dengan seorang warga negara Amerika, mempunyai anak tentara negara Amerika dan bekerja di proyek strategis di Amerika. Ini barangkali memungkinkan dia mendapat kewarganegaraan lebih mudah," papar Yasonna.

Yasonna lalu menjabarkan aturan di UU 12/2006 tentang Kewarganegaraan. Seorang WNI akan kehilangan kewarganegaraan ketika menjadi warga negara lain. Ada pula aturan yang menyebutkan seorang WNI pria akan kehilangan kewarganegaraan saat menikah dengan perempuan WNA.

"Dalam UU kita, seorang warga negara Indonesia yang memperoleh kewarganegaraan asing akan kehilangan kewarganegaraannya. Diatur pula dalam 12/2006 bahwa laki-laki warga negara Indonesia yang kawin dengan perempuan warga negara asing akan kehilangan kewarganegaraannya," jelasnya.

"Meskipun demikian, laki-laki warga negara Indonesia tersebut tetap dapat menjadi warga negara Indonesia dengan mengajukan keinginannya kepada pejabat atau perwakilan Republik Indonesia, kecuali memang keinginan itu mengakibatkan kewarganegaraan ganda," sambung Yasonna.

Seperti diketahui, polemik kewarganegaraan Orient Riwu Kore mencuat setelah dia memenangi Pilkada Sabu Raijua dan ditetapkan sebagai bupati terpilih. Akibatnya, pelantikannya ditunda dan belum jelas hingga kini.

Tonton Video: Bupati Terpilih Sabu Raijua Buka Suara soal Status WN AS

[Gambas:Video 20detik]




(hel/imk)