Pemasang Tembok 2 Meter yang Halangi Rumah Warga Ciledug Dipanggil Polisi

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 10:06 WIB
Tembok yang menutup akses keluar-masuk rumah Hadiyanti (60), warga Ciledug, Kota Tangerang, dirobohkan. Ekskavator pun diturunkan.
Tembok 2 meter yang tutup akses rumah warga Ciledug dibongkar. (Grandyos Zafna/detikcom)
Kota Tangerang -

Tak hanya akses rumahnya ditutup tembok 2 meter, Hadiyanti (60) juga mengalami pengancaman dengan senjata tajam oleh orang yang mengklaim memiliki tanah, Rully, di Ciledug, Kota Tangerang. Polisi menyebut Rully dimintai keterangan hari ini.

"Sudah, dari pihak kepolisian sudah memanggil. Hari ini harusnya Pak Rully-nya datang (untuk dimintai klarifikasi)," ujar Kapolres Tangerang Kota, Kombes Deonijiu De Fatima, saat ditemui di sekitar rumah Hadiyanti, Ciledug, Kota Tangerang, Rabu (17/3/2021).

Deonijiu menjelaskan Hadiyanti sudah melaporkan dugaan kasus pengancaman itu ke polisi. Polisi, lanjutnya, sudah meminta keterangan ke Hadiyanti dari dugaan pengancaman itu.

Dia menambahkan polisi sudah mengirimkan surat undangan ke Rully beberapa hari lalu untuk dimintai keterangan di Polres Kota Tangerang hari ini. Bila Rully tak memenuhi panggilan, Deonijiu mengatakan polisi akan mengirimkan undangan panggilan kedua.

"Iya. Kita panggil beberapa hari yang lalu sudah memberikan surat panggilan. Nah ini kalau Pak Rully nggak datang, kita melakukan pemanggilan kedua. Kalau nggak datang terpaksa kita jemput untuk mempertanggungjawabkan tindakan terhadap Ibu Hadiyanti yang ada di dalam," jelasnya.

Tembok yang menutup akses keluar-masuk rumah Hadiyanti (60), warga Ciledug, Kota Tangerang, dirobohkan. Ekskavator pun diturunkan.Tembok yang menutup akses keluar-masuk rumah Hadiyanti (60), warga Ciledug, Kota Tangerang, dirobohkan. Ekskavator pun diturunkan. (Grandyos Zafna/detikcom)

Diketahui, tembok yang menutup rumah Hadiyanti dibongkar aparat gabungan. Deonijiu mengatakan proses pembongkaran ini hanya sehari.

"Kegiatan ini kita lakukan 1 hari saja. Ini kurang lebih panjang 70 meter, kita dengan alat berat 2 yang dikerahkan pemerintah daerah untuk melakukan pembongkaran ini tidak sampai lama, kemungkinan setengah hari selesai," tuturnya.