Cerita Saksi Diminta Mark Sungkar Teken Perjanjian TC Triathlon di Bandung

Luqman Nurhadi A - detikNews
Selasa, 16 Mar 2021 22:00 WIB
Sidang kasus korupsi dana triathlon dengan terdakwa Mark Sungkar, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (16/5/2021).
Foto: Sidang kasus korupsi dana triathlon di Pengadilan Tipikor Jakarta. (Luqman/detikcom)
Jakarta -

Jaksa penuntut umum menghadirkan pelatih triathlon bernama Wahyu Hidayat dalam sidang perkara korupsi dengan terdakwa Ketum Pengurus Pusat Federasi Triathlon Indonesia (PPFTI) masa bakti 2015-2019, Mark Sungkar. Wahyu dicecar mengenai perjanjian kerja sama training center (TC) di salah satu hotel di Bandung, Jawa Barat.

Persidangan digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (16/3/2021). Dalam sidang, Wahyu mengaku pernah diminta Mark Sungkar untuk menandatangani kerja sama TC di bandung untuk persiapan Asian Games 2018.

"Iya untuk persiapan Asian Games rencananya di Hotel Cipaku, Bapak (Mark Sungkar) meminta tolong saya menyampaikan bahwa kita akan di sana," ujar Wahyu.

Wahyu mengaku dibekali surat kuasa untuk menandatangani perjanjian kerja sama dimaksud. Berdasarkan BAP-nya, Wahyu bertemu manajer hotel dimaksud, Adhe Sudarmono, untuk menandatangani kerja sama tersebut.

"Tanggal 16 Desember 2017 saya ditelepon Adhe untuk menandatangani surat perjanjian. Kemudian saya menuju Cipaku Hotel dan di sana sudah ada surat perjanjian yang disiapkan Adhe dan langsung saya tanda tangani, lalu melaporkannya via telepon ke Mark," begitu isi BAP Wahyu yang dibacakan jaksa. Wahyu pun membenarkan isi BAP tersebut.

Wahyu menjelaskan dalam perjanjian disebutkan TC pertama berlangsung dari Januari-April 2018. Namun, kenyataannya penginapan TC di sana hanya berjalan dari 3-21 Januari 2018.

"Kalau untuk kontraknya, tagihannya itu dari Januari sampai April ya. Pelatihan berlangsung Januari sampai April itu, kan di Cipaku hanya menginap saja, itu hanya berlangsung sampai 21 Januari," terang Wahyu.

Wahyu bahkan sempat mengatakan soal tim pelatih dan atlet yang akhirnya memutuskan keluar dari hotel karena khawatir membebani biaya TC. Para pelatih dan atlet, sebutnya, akhirnya memutuskan menginap di indekos masing-masing.

"Waktu awalnya TC itu di Hotel Cipaku, kami masuk tanggal 3 (Januari), lalu berjalannya waktu anak-anak khawatir akan ada yang terlambat atau tidak turun, akhirnya kami aklamasi, daripada membebankan federasi lebih baik kita di kosan aja lah, gitu," ucapnya.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.