Warga Ungkap Dampak Kampung Tangguh di Kembangan: Data COVID Jadi Valid

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 16 Mar 2021 20:55 WIB
Aksi Kampung Tangguh Jaya di RW 2 Meruya Jakbar
Aksi Kampung Tangguh Jaya di RW 2 Meruya Jakbar Foto: ist/dokpri
Jakarta -

Warga RW 02, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat (Jakbar) mengatakan salah satu kendala dalam penanganan COVID-19 di lingkungannya adalah validitas data warga yang terpapar COVID-19. Data yang tak valid, dinilai oleh pengurus RW, membuat penanganan penularan COVID-19 jadi tak efektif.

Semula masing-masing unsur, baik dari pengurus lingkungan, TNI dan Polri mengantongi data masing-masing dengan jumlah yang berbeda soal warga yang terpapar COVID-19. Namun di akhir Februari 2021, pihak RT/RW, TNI dan Polri setempat sepakat untuk menyelesaikan persoalan ini.

"Tahu warga COVID itu pada Februari itu, tentang pendataan COVID di wilayah itu saya bekerja sama dengan TNI-Polri. Karena selama ini data warga yang COVID itu tidak pernah valid. Masing-masing punya data sendiri. Sejak ada Kampung Tangguh Jaya, data-data yang didapat Kapolsek, Danramil, Kelurahan itu disinkronkan. Polsek lewat Binmas, Koramil lewat Babinsanya," jelas Ketua RW 02, Meruya Utara, Kembangan, Jakbar, Misan (56) kepada wartawan pada Selasa (16/3/2021).

Terkini, jelas Misan, sisa 11 warga yang masih dinyatakan positif COVID-19. Sementara 11 warga lainnya dinyatakan sembuh dari COVID-19 usai menjalani tes swab PCR kedua.

"Sekarang tinggal 11 warga yang masih positif, dari 22 warga. Jadi dari 22 warga yang positif, akhirnya sembuh 6, tinggal 16 warga yang masih positif COVID. Lalu sekarang tinggal 11 warga yang positif COVID. Sudah 50 persen alhamdulillah sudah tertangani," ucap Misan.

Misan mengaku saban hari Kapolsek Kembangan atau Kapospol menanyakan soal data warga yang terkena COVID. "Saya langsung menanyakan ke RT, 'Tolong cek yang COVID ini di mana rumahnya karena dari data yang ada, berdasarkan KTP-nya alamatnya di sini. Benar atau tidak?" jelas Misan menirukan arahannya kepada para RT manakala mendapat informasi soal kasus positif Corona baru.

"Jadi tidak validnya dulu begini, warga saya domisili di tempat lain, alamat di KTP di RW saya, jadi data kasusnya masuk tempat saya. Ada juga alamat KTP-nya di tempat lain, tapi nama pasiennya dimasukkan ke data warga saya. Sebelum disinkronkan, data (warga RW 02 Meruya Utara yang positif COVID)-nya 26 orang. Terdata yang benar-benar tinggal di sini 22 warga itu," sambung Misan.

Misan menjelaskan, untuk memperoleh data yang valid, TNI-Polri dan RT/RW setempat mengecek ke rumah warga yang dikabarkan positif COVID-19. Mereka lalu mengecek KTP dan KK untuk memastikan berapa orang yang tinggal seatap bersama si pasien.

"Itu berdasarkan pengecekan langsung ke rumahnya, kita minta fotokopi KTP dan KK. Kita lihat keluarganya siapa saja, kita tanyakan ini sudah testing belum yang kontak erat. Kita pantau. Setiap hari Babinsa dan Binmas, Kapolsek dan Danramil cek terus datanya harus valid agar penanganannya efektif," tutur Misan.

"Untungnya mereka yang positif ini sudah paham, sudah tau apa yang harus dilakukan. Mereka mandiri, testing sendiri. Mereka juga sudah tahu harus isolasi. Biasanya di rumah sakit atau mandiri. Mereka yang isolasi di RS, ada yang di hotel, apartemen itu warga yang mampu. Yang tidak mampu langsung kami ajukan datanya ke Dinsos dan kami perhatikan." imbuh Misan.

Aksi Kampung Tangguh Jaya di RW 2 Meruya JakbarAksi Kampung Tangguh Jaya di RW 2 Meruya Jakbar Foto: ist/dokpri

Bentuk perhatian RT/RW serta TNI-Polri kepada warga positif COVID yang tak mampu antara lain mencukupi kebutuhan makan dan obat-obatan. "Kami bantu sayuran dan buah untuk beberapa hari karena mereka tidak boleh keluar. Yang tidak mampu, juga dari Polsek itu memberikan vitamin, obat untuk meningkatkan imunitas. Jadi tentang penularan, warga di sini sudah mengerti, kalau dia kena, dia harus periksakan anggota keluarga mereka lainnya," tambah Misan.

Upaya lainnya untuk menanggulangi penularan COVID-19 di RW 02 Meruya Utara ini juga dengan pemasangan spanduk di tiap RT. Spanduk tesebut memuat ajakan untuk lapor RT jika dinyatakan positif COVID-19.

"Ini setelah Kampung Tangguh Jaya, Polsek, Koramil menyampaikan kepada kami selaku RW/RT sebagai satgas penanggulangan COVID, di tiap RT kami buatkan spanduk. Isinya arahan bagi warga yang terkena COVID, lapor Ketua RT karena itu bukan aib," tandas dia.

Tercatat RW 02 Meruya Utara terdiri dari 10 RT, dengan 1.365 kepala keluarga (KK). Total warganya 4.385 jiwa.

Dari 22 warga RW 02 yang terpapar COVID, 15 orang isolasi mandiri, 1 orang di hotel, 4 di rumah sakit dan 2 diisolasi di Wisma Atlet Kemayoran.

(hri/fjp)