Camat Ciledug Ungkap Lahan Sengketa yang Tutup Akses Rumah Warga Jalan Umum

Kadek Melda - detikNews
Selasa, 16 Mar 2021 16:13 WIB
Sebuah video viral menampilkan penutupan akses rumah warga di Ciledug, Tangerang. Penghuni rumah tersebut terpaksa harus memanjat pagar.
Akses Rumah Warga Ditutup Tembok (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Camat Ciledug, Syarifuddin, mengungkapkan lahan sengketa yang menutup akses rumah warga merupakan jalan umum. Hal itu berdasarkan data dokumen fisik dan yuridis bidang tanah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Berdasarkan warkah dari BPN, itu jalan umum," kata Syarifuddin saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (16/3/2021).

Syarifuddin menuturkan pihaknya juga sudah menggelar rapat dengan beberapa instansi terkait untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Hasilnya, kata Syarifuddin, tembok beton yang menutup akses rumah warga tersebut akan dibongkar besok.

"(Rapat) Dengan BPN, Kapolres, Dandim, Polpp, Asisten 1 Kabag Hukum PUPR, Dishub, LH, Kecamatan, Kelurahan. Penentuan batas akhir bongkar sendiri (oleh pemilik lahan) dan pembongkaran hari Rabu (17/3)," tuturnya.

Sebelumnya, masalah akses rumah ditutup tembok ini diketahui dari sebuah video viral. Dalam video itu, terlihat akses rumah warga di Ciledug, Tangerang, ditutup tembok. Penghuni rumah tersebut terpaksa menggunakan tangga untuk memanjat pagar tersebut.

Kapolsek Ciledug Kompol Wisnu Wardana mengatakan penutupan akses rumah warga itu karena masalah sengketa lahan. Menurut dia, sengketa lahan tersebut telah terjadi sejak 1990-an.

"Jadi dulu ada dari H Anas punya lahan berupa kolam dan sekitarnya ini, kemudian diagunkan di bank. Karena tidak bisa dilunasi, akhirnya lahan itu dilelang, kemudian dimenangi oleh H Munir," ujar Wisnu di Ciledug, Sabtu (13/3).

Wisnu menjelaskan H Munir telah meninggal sehingga rumahnya kini ditempati istrinya, Hadiyanti. Namun, anak H Anas, Rully, mempermasalahkan lahan yang ada di depan tanah milik H Munir.

"Mempermasalahkan terkait dengan tanah yang dulu sebenarnya dihibahkan ke orang tuanya kepada warga untuk dijadikan jalan. Ada jalan 5 meter, 2,5 meter itu hibah dari masyarakat dan 2,5 meter adalah hibah dari ayah Saudara Rully dulunya. Di tahun 1990 sudah digunakan jalan ini," ucap Wisnu.

"Kurang-lebih 2,5 meter dikali 200 meter, lahan hibah jalan yang dihibahkan ayah Saudara Rully, ini menurut info warga yang ada di sini," sambungnya.

Dia mengatakan pihak Rully mempersoalkan lahan hibah tersebut. Sedangkan lahan rumah yang kini didiami Hadiyanti tidak dipermasalahkan.

"Iya, hanya yang lahan hibah. Sedangkan yang sudah dilelang di bank tidak dipermasalahkan. Cuma jalan inilah yang diklaim oleh pihak Saudara Rully belum termasuk sertifikat yang dimenangkan oleh pihak Saudari Hadiyanti," tutur Wisnu.

Pihak Rully kemudian disebut membangun tembok setinggi 2 meter. Tembok tersebut menutupi area di depan rumah Hadiyanti sehingga tak ada akses keluar-masuk rumah.

Pemilik Lahan Enggan Beri Keterangan

detikcom telah mendatangi rumah pihak yang membangun tembok 2 meter hingga menutup akses ke rumah warga tersebut. Namun, pihak yang membangun tembok itu enggan memberikan keterangan.

(knv/knv)