Komnas Perempuan Minta Sekolah Dampingi Siswi yang Dicabuli Kapten Kapal

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Selasa, 16 Mar 2021 08:11 WIB
Poster
Ilustrasi pencabulan (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Komnas Perempuan meminta sekolah tempat siswi, yang dicabuli kapten kapal tempatnya magang, menimba ilmu untuk turun tangan. Komnas Perempuan meminta sekolah mendampingi korban.

"Mengingat siswi tersebut masih tercatat sebagai mahasiswi di kampus maka sebaiknya sekolah ikut turun tangan membantu. Ini merupakan bagian dari upaya perlindungan dan pemulihan terhadap korban. Korban sebaiknya segera dibantu dipulihkan dan didampingi untuk proses penanganan hukum berikutnya," kata Komisioner Komnas Perempuan, Theresia Iswarini kepada detikcom, Senin (15/3/2021).

Theresia juga meminta sekolah membuat panduan anti-kekerasan seksual. Hal itu guna mencegah kasus serupa terjadi lagi.

"Komnas Perempuan juga meminta agar sekolah membuat SOP/panduan anti kekerasan seksual agar kasus siswi magang ini tidak terjadi lagi ke depan," katanya.

Theresia menjelaskan Komnas Perempuan tak bisa terlibat lebih jauh saat ini. Sebab, belum ada pengaduan yang datang dari korban maupun sekolah korban.

"Komnas Perempuan dapat merespons lebih jauh jika ada pengaduan dari korban/pendamping/sekolah terhadap kasus ini," katanya.

Lebih lanjut, menurut Theresia, kasus ini menjadi salah satu bukti pentingnya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) segera disahkan. Karena itu, dia pun mendesak DPR segera mengesahkan RUU tersebut.

"Selain itu juga meminta agar DPR segera menyetujui RUU PKS masuk prolegnas prioritas 2021 lalu membahas dan mensahkan RUU PKS menjadi UU," ujar Theresia.

Sebelumnya, kapten kapal berinisial AK ditetapkan menjadi tersangka setelah diduga mencabuli dan mencoba memperkosa siswi magang berusia 19 tahun di atas kapalnya.

Aksi pencabulan itu sempat viral di media sosial. Aksi pencabulan itu dilakukan pelaku berinisial KA di wilayah Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Polisi mengungkap pelaku berkali-kali mau beraksi. Saat itu, korban selalu berhasil menghindar. Namun, pelaku justru semakin lancang melakukan tindakan asusila.

"Pelaku memanggil korban dengan alasan katanya ingin curhat. Namun pelaku langsung melakukan tindakan asusila terhadap korban di atas kapal," kata Kapolsek Bondoala, Konawe, Ipda Reginald Sujono saat dimintai konfirmasi wartawan, Jumat (12/3).

Simak video 'Viral Mahasiswi Magang Jadi ABK Dicabuli Kapten Kapal':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/fjp)