Siswi Magang Dicabuli Kapten Kapal, Komnas Perempuan Desak RUU PKS Disahkan

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Senin, 15 Mar 2021 17:12 WIB
Poster
Ilustrasi korban pencabulan (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Komnas Perempuan ikut prihatin atas kasus siswi yang dicabuli kapten kapal tempatnya magang. Komnas Perempuan mengatakan kasus ini menambah panjang daftar kekerasan seksual di Indonesia.

"Komnas Perempuan menyatakan keprihatinan atas kasus yang menimpa siswi magang di kapal. Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan seksual yang bisa terjadi di mana saja, kepada siapa saja dan dalam situasi apa pun," ujar Komisioner Komnas Perempuan, Theresia Iswarini, kepada wartawan, Senin (15/3/2021).

Theresia meminta sekolah tempat korban menimba ilmu turun tangan. Terutama dalam upaya pemulihan terhadap korban.

"Mengingat siswi tersebut masih tercatat sebagai mahasiswi di kampus, maka sebaiknya sekolah ikut turun tangan membantu. Ini merupakan bagian dari upaya perlindungan dan pemulihan terhadap korban. Korban sebaiknya segera dibantu dipulihkan dan didampingi untuk proses penanganan hukum berikutnya. Komnas Perempuan dapat merespons lebih jauh jika ada pengaduan dari korban/pendamping/sekolah terhadap kasus ini," tuturnya.

"Pelaku segera ditindak tegas mengingat pula posisinya adalah 'supervisor' yang seharusnya justru mengayomi dan melindungi korban, tetapi justru melakukan kekerasan," imbuh Theresia.

Theresia juga meminta sekolah membuat panduan anti-kekerasan seksual agar kasus serupa tidak terjadi lagi.

"Komnas Perempuan juga meminta agar sekolah membuat SOP/panduan anti-kekerasan seksual agar kasus siswi magang ini tidak terjadi lagi ke depan," kata Theresia.

Menurut Theresia, kasus ini menjadi salah satu bukti pentingnya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) segera disahkan. Karena itu, dia pun mendesak agar DPR segera mengesahkan RUU tersebut.

"Selain itu, juga meminta agar DPR segera menyetujui RUU PKS masuk Prolegnas Prioritas 2021 lalu membahas dan mensahkan RUU PKS menjadi UU," ujarnya.

Sebelumnya, kapten kapal berinisial AK ditetapkan menjadi tersangka setelah diduga mencabuli dan mencoba memperkosa siswi magang di atas kapalnya. Polisi mengungkap korban yang berusia 19 tahun itu berkali-kali mau beraksi, tapi korban menghindar.

"Upayanya (korban menghindar) kalau sesuai BAP (berita acara pemeriksaan) kan, sering buat alasan pergi memasak, mencuci piring, atau pergi beres-beres," kata Kapolsek Bondoala, Konawe, Ipda Reginald Sujono, saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (15/3).

Meski kerap berhasil menghindar, kata Reginald, korban tak pernah merasa benar-benar aman. Kapten kapal AK justru semakin lancang sehingga korban melapor ke orang tuanya.

"Korban sudah memprediksi bahwa aksi cabul pelaku sudah menjurus ke aksi pemerkosaan sehingga dia melapor ke ayahnya kemudian diketahui juga sama senior-seniornya," jelas Reginald.

Simak Video: Viral Mahasiswi Magang Jadi ABK Dicabuli Kapten Kapal

[Gambas:Video 20detik]

(mae/idh)