Sidang Suap Bansos Corona

Saksi Ungkap Arahan Juliari Jika Perusahaan Tak Bayar Fee Bansos Corona

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Senin, 15 Mar 2021 19:55 WIB
Sidang kasus suap bansos Corona, Senin (15/3)
Sidang kasus suap bansos Corona, Senin (15/3). (Luqman Arunanta/detikcom)
Jakarta -

Mantan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) bansos Corona, Adi Wahyono, membeberkan arahan mantan Mensos Juliari Peter Batubara soal perusahaan yang tidak membayar fee bansos Corona. Perusahaan yang tidak membayar fee sebesar Rp 10 ribu per paket tidak akan diberi pekerjaan lagi pada tahap berikutnya.

Hal itu diungkapkan Adi secara virtual saat diperiksa sebagai saksi dalam sidang penyuap bansos Corona, Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (15/3/2021). Awalnya, tim penasihat hukum menanyakan soal arahan Juliari menindaklanjuti perusahaan yang tidak membayarkan fee.

"Apakah ada arahan khusus apabila ada perusahaan yang tidak menyetorkan (fee)?" tanya salah satu tim penasihat hukum.

"Saya kira yang tidak menyetorkan juga banyak," jawab Adi secara virtual.

Penasihat hukum kemudian membacakan BAP saksi Adi nomor 59. Pada poin 1, di sana dibahas soal pertemuan Adi dan staf ahli mantan Mensos Juliari, Kukuh Ary Wibowo, dengan Juliari pada Mei 2020 membahas soal target penarikan fee.

"BAP nomor 59 poin 1, setelah tahap 3 selesai atau sekitar Mei 2020, Juliari P Batubara memanggil saya dan Kukuh ke ruang menteri, yang bersangkutan menanyakan kepada saya perihal realisasi permintaan fee kepada perusahaan sebesar yaitu Rp 10 ribu per paket. Target Juliari saat itu kepada saya dan Joko untuk bisa memungut fee sebesar Rp 30 M pada tahap 1, 3, 5, dan 6, saya sampaikan permintaan itu sedang diproses Matheus Joko Santoso. Permintaan Juliari ini adalah tindak lanjut atas penyampaian Kukuh kepada saya," kata Adi.

Penasihat hukum kemudian membeberkan dalam BAP soal pertemuan Adi dan mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bansos Corona yang juga tersangka kasus ini, Matheus Joko Santoso, dengan Juliari soal laporan penarikan fee. Juliari disebut memberikan arahan agar perusahaan yang tidak menyetorkan fee agar tidak diberi pekerjaan kembali.

"Pertanyaan saya pada poin ke-2, beberapa hari setelahnya saya bersama Matheus Joko Santoso dipanggil lagi ke ruangan Juliari P Batubara saat itu diminta laporan perihal fee yang ditarik Matheus Joko Santoso. Joko menyampaikan daftar perusahaan yang sudah menyetorkan uang kemudian Juliari sambil menanyakan kepada Joko dan saya mengapa ada perusahaan-perusahaan yang belum menyetorkan uang dengan cara bertanya kenapa perusahaan ini belum, sambil coret-coret perusahaan dan saat itu Joko menjawab iya yang ini belum, kemudian atas arahan menteri tersebut terhadap perusahaan yang belum menyetorkan uang maka tidak usah diberi di pekerjaan berikut," tambahnya.

Simak juga video 'Komisaris PT RPI Kembali Diperiksa KPK Terkait Kasus Bansos Corona':

[Gambas:Video 20detik]


Selanjutnya
Halaman
1 2