Oknum Nakes yang Jual Jasa Ubah Hasil Tes COVID di Manado: Niat Bantu

Trisno Mais - detikNews
Senin, 15 Mar 2021 18:57 WIB
Sebanyak 54 pengungsi korban gempa di Majene dan Mamuju, Sulbar, tiba di Solo. Para pengungsi pun menjalani rapid test antigen saat tiba di Bandara Adi Soemarmo
Ilustrasi kegiatan rapid antigen (Agung Mardika/detikcom)
Manado -

Oknum tenaga kesehatan (nakes) berinisial ID, yang ditangkap aparat Polresta Manado, mengaku hanya berniat membantu calon penumpang salah satu maskapai pesawat yang hendak berkumpul dengan keluarga, namun hasil tes COVID rapid antigen-nya reaktif. Namun ID mengaku caranya menawarkan jasa ubah hasil tes rapid antigen dari reaktif menjadi nonreaktif kepada calon penumpang pesawat itu adalah sebuah kesalahan.

"Mungkin karena salah, saya minta maaf sekali atas kesalahan saya yang fatal ini. Mohon maaf karena sudah buat kesalahan yang kurang baik. Maaf, maaf sekali saya hanya niatnya membantu, mungkin cara saya fatal. Maaf sekali," kata ID dalam sebuah video yang diterima detikcom, Senin (15/3/2021).

Meski ID meminta imbalan Rp 500 ribu atas jasanya mengubah hasil tes rapid antigen dari reaktif menjadi nonreaktif, pria ini tetap berdalih membantu karena dimintai bantuan oleh si calon penumpang pesawat.

"Kebetulan pas saya tunjukkan hasilnya positif, dia minta bantuan, katanya dia mau apa namanya, mau kembali ke keluarga, mau kumpul dengan keluarga. Jadi, saya niatnya hanya membantu," tutur oknum nakes itu.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Tommy Aruan menjelaskan, selain menangkap ID, pihaknya menangkap pegawai maskapai berinisial SR.

"Dan untuk dua orang pelaku berinisial ID yang merupakan petugas honorer laboratorium di salah satu fasilitas pemerintah, dan SR yang merupakan karyawan salah satu maskapai penerbangan," kata kepada wartawan hari ini.

Seperti diketahui, sebuah video pengakuan seorang pria ditawari jasa ubah hasil tes COVID-19 dengan metode rapid antigen dari reaktif menjadi nonreaktif dengan imbalan Rp 500 ribu beredar media sosial di Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Si pria yang disebut bernama Agus mengatakan awalnya hasil tes COVID-nya menunjukkan reaktif.

Pria tersebut kemudian bercerita nakes yang melayaninya tes rapid antigen kemudian menawari dirinya jasa mengubah keterangan dari 'reaktif' menjadi 'nonreaktif'. Nakes tersebut mematok harga Rp 500 ribu untuk jasanya. Dia pun akhirnya membayar Rp 500 ribu agar hasil tes COVID-19 miliknya berubah.

"Cuma karena, dia yang nawarin, 'Saya bisa bantu, Masnya. Besok bisa pulang. Ini Rp 500 ribu. Kalau Rp 500 ribu, bisa saya bantu', dia bilang gitu," ujar pria tersebut, seperti dilihat detikcom, Sabtu (13/3).

Dalam video yang viral, tampak potongan foto ruangan bercat merah dan putih dengan banner salah satu maskapai di salah satu sisi. Narasi yang beredar oknum nakes tersebut melayani rapid antigen untuk penumpang maskapai tersebut.

Tonton juga Video: Viral! Video Hasil Swab Keluar Tanpa Tes di Bandara Soetta

[Gambas:Video 20detik]

(aud/aud)