Kasus Nakes Tawarkan Ubah Tes COVID, Polisi Juga Tangkap Pegawai Maskapai

Angel Rawis - detikNews
Senin, 15 Mar 2021 15:32 WIB
Pelaku kejahatan jalanan diborgol polisi / pelaku street crime. Agung Pambudhy/Detikcom.
Ilustrasi penangkapan (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Manado -

Polresta Manado telah mengamankan seorang oknum tenaga kesehatan (nakes), inisial ID, yang viral menawarkan jasa mengubah hasil test rapid antigen COVID-19. Selain ID, seorang pegawai maskapai berinisial SR juga ditangkap.

"Dan untuk dua orang pelaku berinisial ID yang merupakan petugas honorer laboratorium di salah satu fasilitas pemerintah dan SR yang merupakan karyawan salah satu maskapai penerbangan," kata Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Thommy Aruan kepada wartawan, Senin (15/3/2021).

Keduanya ditangkap di Kawasan Boulevard, Manado. Dari penangkapan tersebut, pihaknya turut mengamankan dua barang bukti berupa surat yang sudah diterbitkan dimana hasilnya negatif dan juga tes kit yang diambil dari salah satu calon penumpang yang menggunakan jasa keduanya.

Tommy mengungkapkan, kedua tersangka disangkakan Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. Selain itu, ID dan SR juga dikenakan Pasal 93 Undang-Undang Karantina Kesehatan dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara.

"Kepada pelaku kita belum melakukan penahanan, tetapi kita melakukan wajib lapor kita juga koordinasi dengan Gugus Tugas COVID-19 terhadap pelaku sudah tidak dilakukan penugasan untuk pemeriksaan-pemeriksaan terkait dengan pengambilan sampel swab antigen terhadap masyarakat," tutur dia.

Sebelumnya, sebuah video pengakuan seorang pria ditawari jasa ubah hasil tes COVID-19 dengan metode rapid antigen dari reaktif menjadi nonreaktif dengan imbalan Rp 500 ribu beredar media sosial di Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Si pria yang disebut bernama Agus mengatakan awalnya hasil tes COVID-nya menunjukkan reaktif.

Pria tersebut kemudian bercerita tenaga kesehatan (nakes) yang melayaninya tes rapid antigen kemudian menawari dirinya jasa mengubah keterangan dari 'reaktif' menjadi 'nonreaktif'. Nakes tersebut mematok harga Rp 500 ribu untuk jasanya. Dia pun akhirnya membayar Rp 500 ribu agar hasil tes COVID-19 milik nya berubah.

"Cuma karena, dia yang nawarin, 'Saya bisa bantu, Masnya. Besok bisa pulang. Ini Rp 500 ribu. Kalau Rp 500 ribu, bisa saya bantu', dia bilang gitu," ujar pria tersebut seperti dilihat detikcom, Sabtu (13/3/2021).

Dalam video yang viral, tampak potongan foto ruangan bercat merah dan putih dengan banner salah satu maskapai di salah satu sisi. Narasi yang beredar oknum nakes tersebut melayani rapid antigen untuk penumpang maskapai tersebut.

Terkait video viral itu, pihak kepolisian turun tangan. Polisi mendapati informasi yang viral tersebut adalah benar dan oknum nakes yang dimaksud sudah diamankan.

"Iya, sudah kita amankan pelakunya. Motifnya karena ekonomi," kata Kapolres Manado Kombes Elvianus Laoli saat dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (13/3/2021).

Tonton Video: Viral! Video Hasil Swab Keluar Tanpa Tes di Bandara Soetta

[Gambas:Video 20detik]



(mae/idh)