Round-Up

7 Fakta Kuli Pembunuh WN Jerman-Istri di Tangsel Bermotif Sakit Hati

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 14 Mar 2021 20:32 WIB
Pelaku pembunuhan pasutri di Tangsel
Pelaku pembunuhan WN Jerman dan istrinya di Tangsel (Foto: Afzal/detikcom)
Jakarta -

Pelarian pria berinisial WA (22), pelaku pembunuhan warga negara Jerman berinisial KEN (85) dan istrinya NS (53) telah berakhir. WA berhasil ditangkap jajaran Polres Tangerang Selatan (Tangsel) di kawasan Tambun Utara, Bekasi, Jawa Barat.

Polisi membeberkan motif dibalik pembunuhan sadis terhadap KEN dan NS oleh WA. Polisi menyebut bahwa pelaku merasa sakit hati dengan korban yang sering dihina dengan kata-kata kasar hingga ditampar.

"Tersangka merasa sakit hati karena sering dihina dengan kata-kata kasar, sering ditunjuk-tunjuk dengan menggunakan kaki oleh korban 1 (NS) dan ditampar sebanyak 2 kali oleh korban 2 (KEN)," ujar Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Mapolres Tangsel, Minggu (14/3/2021).

Peristiwa pembunuhan sadis tersebut terjadi di daerah Serpong, Tangsel, pada Jumat 12 Maret 2021 sekitar pukul 22.30 WIB. Tak butuh waktu lama polisi berhasil mengungkap peristiwa pembunuhan yang dilatarbelakangi karena sakit hati.

Berikut 7 Fakta Pembunuhan Pasutri di Tangsel:

1. Pelaku Adalah Kuli Bangunan

Polisi mengungkap bahwa WA adalah seorang kuli bangunan. WA yang bekerja sejak 22 Februari hingga 8 Maret 2021 merenovasi rumah korban, merasa sakit hati oleh korban.

"(Pelaku) sering ditunjuk-tunjuk dengan menggunakan kaki oleh korban 1 (NS) dan ditampar sebanyak 2 kali oleh korban 2 (KEN)," ucap Iman.

2. Pelaku Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup

Polisi menetapkan WA sebagai tersangka pembunuhan KEN dan NS. Tersangka WA terancam hukuman penjara seumur hidup.

"Pembunuhan dengan rencana sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun dan atau 365 KHUP dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun," ujar Iman.

3. Pelaku Bunuh KEN-NS Pakai Kapak

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Angga Surya menyebut bahwa AW dengan sadis membunuh KEN dan NS menggunakan sebilah kapak. Mulanya, pelaku yang merupakan kuli bangunan berangkat dari rumahnya menuju kediaman korban dengan niat membunuh.

Dengan memanjat pagar tembok, tersangka bisa masuk ke pekarangan rumah korban. Lalu, tersangka memanjat steger yang terpasang di dinding rumah untuk kemudian naik ke lantai 2 ke ruang kerja korban.

"Tersangka membekap korban dan dibawa ke kamar untuk kemudian dilukai dengan menggunakan kapak," kata Angga.

Angga menyebut pelaku beberapa kali mengayunkan kapak ke arah tubuh kedua korban. Pelaku menyerang bagian dada, dagu, hingga leher.

Lihat juga video 'Saksi Mata: Pembunuhan Berantai di Bogor':

[Gambas:Video 20detik]



Simak 4 fakta lainnya di halaman selanjutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2