Round-Up

6 Fakta Akses Warga di Ciledug Ditutup Tembok Gegara Sengketa Tanah

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 14 Mar 2021 07:33 WIB
Sebuah video viral menampilkan penutupan akses rumah warga di Ciledug, Tangerang. Penghuni rumah tersebut terpaksa harus memanjat pagar.
Foto: Penghuni rumah harus memanjat tembok 2 meter karena akses jalan ke rumahnya ditutup (Grandyos Zafna/detikcom)

Pemilik Rumah Sempat Diancam

Pemilik rumah yang akses keluar-masuknya ditutup tembok 2 meter, Hadiyanti (60), disebut sempat mendapat ancaman dari pihak pemilik lahan yang ditembok. Hal itu diceritakan oleh anak Hadiyanti, Acep Waini Munir.

"Itu kejadiannya tanggal 21 Februari 2021 pukul 10.00 WIB. Saat itu kondisi banjir deras, air luapan kali nggak nampung, jadi luber sedada orang dewasa. Nah klaimnya dia (pemilik lahan yang ditembok), 'Ini tembok siapa yang robohin?' Sedangkan ibu saya 60 tahun, mana bisa ngerobohin tembok," ujar Acep di Ciledug, Tangerang, Sabtu (13/3).

Menurut Acep, pemilik lahan datang ke rumah ibunya dan menuding tembok beton itu sengaja dirobohkan. Dia mengatakan ibunya diancam dengan senjata tajam.

"Dia bawa golok datang-datang langsung menodongkan golok," ucap Acep.

Menurutnya, sempat ada negosiasi terkait permasalahan tembok tersebut. Namun, kata Acep, belum ada titik temu terkait masalah ini.

"Waktu itu ada negosiasi dengan orang tua saya, almarhum Pak Haji Munir. Cuma orang tua saya nggak mau, nggak jual (rumah). Sedangkan ini tanah 1.000 meter, (mau) dibayar Rp 500 juta," kata dia.

Dia mengklaim ibunya syok akibat peristiwa itu. Dia berharap masalah ini segera mendapat solusi terbaik dari pemerintah.

"Kita diacungin golok di leher, syok-lah. Iya di leher, jelas itu. Buat apa dia bawa-bawa golok," tutur Acep.

"Mudah-mudahan pemerintah lebih adil dalam nanganin sengketa ini. Ini jalanan umum, fasilitas masyarakat. Saya nggak milikin. Saya nggak ngerasa milikin. Udah gitu aja. Secepat mungkin pemerintah ini harus adil," sambung Acep.

Polisi Ikut Tangani Laporan Ancaman terhadap Pemilik Rumah

Kapolsek Ciledug Kompol Wisnu Wardana mengatakan Hadiyanti (60), penghuni rumah di Ciledug, Tangerang, yang akses jalannya ditembok dan sempat mengalami pengancaman dengan senjata tajam oleh pelaku yang disebut bernama Rully, telah membuat laporan ke polisi. Wisnu berujar kini kasus tersebut ditangani Polres Tangerang Kota.

"Ada juga kasus pengancaman, sudah ditangani juga di Polres Metro Tangerang Kota. Sementara sedang proses," ujar Wisnu saat ditemui detikcom di Ciledug, Tangerang, Sabtu (13/3).

"Infonya secara verbal, nanti akan didalami oleh penyidiknya," imbuh dia.

Wisnu menjelaskan tiga pilar di Kecamatan Ciledug telah melakukan penjagaan di lokasi sengketa lahan. Dia juga mengimbau Hadiyanti beserta anggota keluarganya tinggal di tempat lain untuk sementara waktu.

"Saat ini kondusif, kami imbau juga ke Saudara Hadiyanti, mungkin sementara berproses masalah hukumnya, kami sarankan agar sebaiknya dalam beberapa waktu ke depan tinggal di tempat tinggalnya yang lain," ucap Wisnu.


(hel/hel)