Ini Rumah di Ciledug yang Keluar-Masuk Harus Panjat Tembok 2 Meter

Rahmat Fathan - detikNews
Sabtu, 13 Mar 2021 13:11 WIB
Jakarta -

Penghuni rumah di Ciledug, Tangerang, harus memanjat tembok 2 meter untuk keluar-masuk rumah. Hal itu harus dilakukan karena akses ke rumahnya ditutup tembok gara-gara sengketa lahan.

Pantauan detikcom pukul 12.00 WIB, Sabtu (13/3/2021), rumah ini berada di Jalan Akasia II, Kampung Berebes, Tajur, Ciledug, Tangerang.

Rumah tersebut sempat dijadikan kolam renang umum. Namun kolam itu tak lagi beroperasi.

Lokasi rumah warga yang aksesnya ditutup tembok 2 meter di CiledugLokasi rumah warga yang aksesnya ditutup tembok 2 meter di Ciledug (Rahmat Fathan/detikcom)

Rumah tersebut dihuni oleh empat orang wanita, termasuk pemilik tanah bernama Hadiyanti (60). Selain Hadiyanti, tiga penghuni lainnya adalah anak dan cucunya yang bernama Ana Melinda Munir (30), April (5), dan Dinda (3).

Dilihat detikcom, beton yang mengelilingi area rumah tersebut kurang-lebih sepanjang 200 meter. Beton meliputi rumah Hadiyanti hingga ke depan akses jalan masuk warga.

Tembok beton juga dipasangi kawat berduri. Ada dua tembok beton yang didirikan, dengan jarak sekitar 1 meter antara satu dan yang lainnya.

Lokasi rumah warga yang aksesnya ditutup tembok 2 meter di CiledugLokasi rumah warga yang aksesnya ditutup tembok 2 meter di Ciledug (Rahmat Fathan/detikcom)

Penghuni rumah, Hadiyanti, harus melalui kedua tembok beton tersebut untuk keluar rumah. Mereka pun membuat tiga pijakan sebagai tangga agar bisa melewati tembok beton.

Pijakan untuk melalui tembok beton pertama adalah tangga sederhana yang terbuat dari kayu. Pijakan kedua dan ketiganya adalah bangku plastik, yang diletakkan di kedua sisi tembok beton kedua.

Sebelumnya, sebuah video viral menampilkan penutupan akses rumah warga di Ciledug, Tangerang. Penghuni rumah tersebut terpaksa menggunakan tangga untuk memanjat pagar tersebut.

Kapolsek Ciledug Kompol Wisnu Wardana mengatakan penutupan akses rumah warga itu karena masalah sengketa lahan. Polisi meminta warga mengedepankan mediasi.

"Masalah sengketa tanah. Sudah dilaporkan Ke Polres Tangkot. Masih proses sampai sekarang," ucap Wisnu saat dihubungi, Sabtu (13/3/2021).

"Kami dari Polsek sudah pernah mediasi para pihak, namun belum menemukan titik temu," katanya.

(haf/haf)