Cerita Warga Ciledug 3 Pekan Panjat Tembok 2 Meter demi Keluar-Masuk Rumah

Rahmat Fathan - detikNews
Sabtu, 13 Mar 2021 15:34 WIB
Ciledug -

Satu keluarga di Ciledug, Tangerang, harus memanjat tembok 2 meter untuk keluar-masuk rumah karena aksesnya ditutup tembok. Hal ini sudah terjadi sekitar tiga pekan.

Pemilik rumah, Hadiyanti (60), tinggal bersama anak dan cucunya yang bernama Ana Melinda Munir (30), April (5), serta Dinda (3). Salah seorang anak Hadiyanti, Acep Waini Munir (28), menyesalkan tindakan penutupan akses jalan tersebut.

Acep mengatakan orang tuanya membeli rumah tersebut dari pelelangan di salah satu bank swasta. Sedangkan lahan yang disengketakan merupakan jalan yang berada di depan rumah orang tuanya.

"Yang rumah ini bukan sengketa, yang diklaim sepanjang jalan beton itulah yang masih disengketa. Pihak sana mengklaim punya dia. Kita nggak mengakuin itu jalan siapa, saya tidak mempermasalahkan jalanan, itu jalanan umum. Tapi kenapa dipagar beton?" ujar Acep di Ciledug, Tangerang, Sabtu (13/3/2021).

Dia mengaku ibu dan kakaknya kesulitan akibat penutupan akses jalan tersebut. Terlebih, ada anak-anak yang juga tinggal di rumah itu.

"Ya sekarang kondisi saat ini gimanapun aktivitas harus manjat. Mau anak sekolah pun harus manjat tembok setinggi 2 meter dan kawat duri," ucapnya.

Acep menyebut pembangunan tembok dimulai sejak 2019. Namun baru pada Februari 2021 kemarin ditutup secara total.

"2019 sudah dibeton, sejak 2021 baru tutup total sama dia. Awalnya pintu masuk utama (jalan) sampai pintu gerbang sana masih kebuka. Nah, otomatis tanggal 21 Februari ini tutup total sama dia. Sampai kawat duri. Ya inilah," kata Acep.

Menurut Acep, pihak yang melakukan pembetonan ini bernama H Rully. Kata dia, rumah yang kini ditempati ibunya itu awalnya dimiliki orang tua H Rully, yang bernama H Anas.

Namun H Anas mengagunkannya ke salah satu bank swasta. Hingga akhirnya, suami Hadiyanti yang bernama H Munir membelinya lewat pelelangan bank tersebut.

Sebelumnya, sebuah video viral menampilkan penutupan akses rumah warga di Ciledug, Tangerang. Penghuni rumah tersebut terpaksa menggunakan tangga untuk memanjat pagar tersebut.

Kapolsek Ciledug Kompol Wisnu Wardana mengatakan penutupan akses rumah warga itu karena masalah sengketa lahan. Polisi meminta warga mengedepankan mediasi.

"Masalah sengketa tanah. Sudah dilaporkan Ke Polres Tangkot. Masih proses sampai sekarang," ucap Wisnu saat dihubungi, Sabtu (13/3).

"Kami dari Polsek sudah pernah mediasi para pihak, namun belum menemukan titik temu," katanya.

Pemilik Lahan Enggan Beri Keterangan

detikcom telah mendatangi rumah pihak yang membangun tembok 2 meter hingga menutup akses ke rumah warga tersebut. Namun, pihak yang membangun tembok itu enggan memberikan keterangan.

(haf/haf)