Round-Up

6 Fakta Akses Warga di Ciledug Ditutup Tembok Gegara Sengketa Tanah

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 14 Mar 2021 07:33 WIB
Sebuah video viral menampilkan penutupan akses rumah warga di Ciledug, Tangerang. Penghuni rumah tersebut terpaksa harus memanjat pagar.
Foto: Penghuni rumah harus memanjat tembok 2 meter karena akses jalan ke rumahnya ditutup (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Masyarakat digegerkan dengan video yang menampilkan penutupan akses rumah warga di Ciledug, Tangerang. Video itu menjadi viral lantaran penghuni rumah tersebut terpaksa harus menggunakan tangga untuk memanjat pagar agar dapat masuk ke rumah.

Kapolsek Ciledug, Kompol Wisnu Wardana membenarkan adanya penutupan akses rumah warga itu. Ia mengatakan penutupan dilakukan karena masalah sengketa lahan.

"Masalah sengketa tanah. Sudah dilaporkan Ke Polres Tangkot (Tangerang Kota). Masih proses sampai sekarang," ucap Wisnu saat dihubungi, Sabtu (13/3).

Berikut fakta-fakta terkait rumah di Ciledug yang akses jalannya ditutup tembok gegara sengketa tanah:

Rumah Dihuni 4 Orang Wanita

Rumah di Ciledug yang akses jalannya ditutup karena sengketa tanah ternyata dihuni oleh empat orang wanita, termasuk pemilik tanah bernama Hadiyanti (60). Selain Hadiyanti, tiga penghuni lainnya adalah anak dan cucunya yang bernama Ana Melinda Munir (30), April (5), dan Dinda (3).

Dilihat detikcom pada Sabtu (13/3/2021), beton yang mengelilingi area rumah tersebut kurang-lebih sepanjang 200 meter. Beton meliputi rumah Hadiyanti hingga ke depan akses jalan masuk warga.

Tembok beton juga dipasangi kawat berduri. Ada dua tembok beton yang didirikan, dengan jarak sekitar 1 meter antara satu dan yang lainnya.

Penghuni Rumah Sudah 3 Pekan Panjat Tembok 2 Meter untuk Keluar Masuk Rumah

Penghuni rumah di Ciledug, Tangerang, harus memanjat tembok 2 meter untuk keluar-masuk rumah. Hal itu harus dilakukan karena akses ke rumahnya ditutup tembok gara-gara sengketa lahan. Hal ini pun sudah terjadi sekitar tiga pekan.

Salah seorang anak Hadiyanti, Acep Waini Munir (28), menyesalkan tindakan penutupan akses jalan tersebut. Dia mengaku ibu dan kakaknya kesulitan akibat penutupan akses jalan tersebut. Apalagi, ada anak-anak yang juga tinggal di rumah itu.

"Ya sekarang kondisi saat ini gimanapun aktivitas harus manjat. Mau anak sekolah pun harus manjat tembok setinggi 2 meter dan kawat duri," ujar Acep di Ciledug, Tangerang, Sabtu (13/3).

Acep menyebut pembangunan tembok dimulai sejak 2019. Namun baru pada Februari 2021 kemarin ditutup secara total.

"2019 sudah dibeton, sejak 2021 baru tutup total sama dia. Awalnya pintu masuk utama (jalan) sampai pintu gerbang sana masih kebuka. Nah, otomatis tanggal 21 Februari ini tutup total sama dia. Sampai kawat duri. Ya inilah," kata Acep.

Tonton video 'Akses Rumah Ditutup, Warga Ciledug Panjat Tembok 2 Meter':

[Gambas:Video 20detik]



Lebih lanjut baca halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3