Jatuh Saat Daki Gunung Lompobattang Sulsel, Satu Pendaki Alami Patah Tulang

Hermawan Mappiwali - detikNews
Sabtu, 13 Mar 2021 19:21 WIB
Tim Basarnas Makassar menuju lokasi terjatuhnya pendaki (dok. Basarnas Makassar)
Tim Basarnas Makassar menuju lokasi terjatuhnya pendaki (dok. Basarnas Makassar)
Makassar -

Seorang pendaki bernama Fahrul (36) terjatuh di tebing curam sedalam sekitar 10 meter di area Gunung Lompobattang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Akibatnya, Fahrul mengalami sejumlah luka.

"Informasi kami terima tengah malam dari anggota Potensi SAR, 1 pendaki mengalami kecelakaan, terjatuh di jurang dan mengalami cedera alat gerak atas dan bawah," ujar Kepala Kantor Basarnas Makassar Djunaidi dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (13/3/2021).

Informasi yang dihimpun detikcom, Fahrul mendaki Gunung Lompobattang bersama lima rekannya, yakni Muhammad Iqbal (23), Faisal Basri (25), Samsir (29), Andre Kalangi (23), dan Aco (28), sejak Rabu (10/3). Fahrul cs disebut memulai pendakian dari Desa Lengkese, Takalar.

Kemudian pada Jumat (12/3) sekitar pukul 20.00 Wita, Fahrul dan rekannya tiba Gunung Lompobattang. Mereka lalu mendapati sebuah patahan saat hendak turun ke sebuah lembah. Saat hendak turun, Fahrul disebut menginjak batu yang labil sehingga hilang keseimbangan dan terjatuh.

"Perjalanan turun ke lembah dia menginjak batu yang labil. Di situ korban jatuh dengan ketinggian tebing kurang-lebih 10 meteran," kata Koordinator Basarnas Bantaeng Arman Amiruddin, yang melaporkan secara terpisah dari lokasi, Sabtu (13/3).

Akibat terjatuh, Fahrul mengalami sejumlah luka serius. Dia bersama para rekannya kini menunggu tim evakuasi yang sedang bergerak ke titik mereka.

"Patah tulang pergelangan lengan kanan, dengan paha dan betis kanan juga patah. Dia mengalami luka terbuka pergelangan tangan. Kalau paha dan betis masih luka tertutup," ucap Arman.

Arman mengatakan personel Basarnas yang berjumlah 54 orang masih berjalan ke titik korban menunggu. Dia mengaku tidak dapat memprediksi berapa lama waktu yang diperlukan oleh petugas SAR tiba di titik korban menunggu bantuan.

"Terbagi tiga tim menuju ke titik korban. Itu kita usahakan segera mendekat karena ini kan memang hujan terus di atas," ujar Arman.

Kendati medan pendakian yang licin akibat hujan deras, Arman memastikan, pergerakan personel Basarnas terbilang tetap signifikan.

"Dan yang terpenting adalah kita sudah ada gambaran titik korban. Minimal teman-teman bergerak sudah tahu lokasi korban," katanya.

"Jadi kami nggak bisa memastikan berapa lama waktunya karena teman-teman di atas kita tak bisa forsir tenaganya karena mereka bawa peralatan evakuasi. Tantangannya di atas kondisinya teman-teman dihantam hujan terus dan lokasinya di sana terbilang terjal, jadi mereka yang mengambil keputusan di atas," imbuhnya.

Simak juga 'Belasan Pendaki di Gunung Lemongan Dievakuasi Karena Kelaparan':

[Gambas:Video 20detik]



(hmw/man)