Warga Ciledug Ngaku Diancam Gegara Ada Tembok Penutup Akses Rumahnya Roboh

Rahmat Fathan - detikNews
Sabtu, 13 Mar 2021 15:56 WIB
Jakarta -

Pemilik rumah yang akses keluar-masuknya ditutup tembok 2 meter, Hadiyanti (60), disebut sempat mendapat ancaman dari pihak pemilik lahan yang ditembok. Hal itu diceritakan oleh anak Hadiyanti, Acep Waini Munir.

"Itu kejadiannya tanggal 21 Februari 2021 pukul 10.00 WIB. Saat itu kondisi banjir deras, air luapan kali nggak nampung, jadi luber sedada orang dewasa. Nah klaimnya dia (pemilik lahan yang ditembok), 'Ini tembok siapa yang robohin?' Sedangkan ibu saya 60 tahun, mana bisa ngerobohin tembok," ujar Acep di Ciledug, Tangerang, Sabtu (13/3/2021).

Menurut Acep, pemilik lahan datang ke rumah ibunya dan menuding tembok beton itu sengaja dirobohkan. Dia mengatakan ibunya diancam dengan senjata tajam.

"Dia bawa golok datang-datang langsung menodongkan golok," ucap Acep.

Dia mengatakan sempat ada negosiasi terkait permasalahan tembok tersebut. Namun, kata Acep, belum ada titik temu terkait masalah ini.

"Waktu itu ada negosiasi dengan orang tua saya, almarhum Pak Haji Munir. Cuma orang tua saya nggak mau, nggak jual (rumah). Sedangkan ini tanah 1.000 meter, (mau) dibayar Rp 500 juta," kata dia.

Dia mengklaim ibunya syok akibat peristiwa itu. Dia berharap masalah ini segera mendapat solusi terbaik dari pemerintah.

"Kita diacungin golok di leher, syok-lah. Iya di leher, jelas itu. Buat apa dia bawa-bawa golok," tutur Acep.

"Mudah-mudahan pemerintah lebih adil dalam nanganin sengketa ini. Ini jalanan umum, fasilitas masyarakat. Saya nggak milikin. Saya nggak ngerasa milikin. Udah gitu aja. Secepat mungkin pemerintah ini harus adil," sambung Acep.

Sebelumnya, masalah akses rumah ditutup tembok ini diketahui dari sebuah video viral. Dalam video itu, terlihat akses rumah warga di Ciledug, Tangerang, ditutup tembok. Penghuni rumah tersebut terpaksa menggunakan tangga untuk memanjat pagar tersebut.

Kapolsek Ciledug Kompol Wisnu Wardana mengatakan penutupan akses rumah warga itu karena masalah sengketa lahan. Polisi meminta warga mengedepankan mediasi.

"Masalah sengketa tanah. Sudah dilaporkan Ke Polres Tangkot. Masih proses sampai sekarang," ucap Wisnu saat dihubungi, Sabtu (13/3).

"Kami dari Polsek sudah pernah mediasi para pihak, namun belum menemukan titik temu," katanya.

Pemilik Lahan Enggan Beri Keterangan

detikcom telah mendatangi rumah pihak yang membangun tembok 2 meter hingga menutup akses ke rumah warga tersebut. Namun pihak yang membangun tembok itu enggan memberikan keterangan.

(haf/haf)