Polda Metro Awasi Bengkel-bengkel Penjual Knalpot Motor Bising

Rahmat Fathan - detikNews
Jumat, 12 Mar 2021 22:09 WIB
Polisi kejar pengemudi mobil yang tabrak lari pesepeda di HI
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar. (Rahmat Fathan/detikcom)
Jakarta -

Ditlantas Polda Metro Jaya tengah gencar merazia motor dengan knalpot bising. Selain merazia motor knalpot bising, polisi akan mengawasi bengkel-bengkelnya.

"Dari Bidang Kamsel di Polda Metro Jaya kita sudah memulai, nanti akan mapping bengkel-bengkel mana saja yang sering membuat atau memodifikasi sepeda motor yang suaranya bising," ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar kepada wartawan di Jakarta, Jumat (12/3/2021).

Fahri mengatakan pihaknya akan memberikan edukasi terlebih dahulu ke bengkel-bengkel untuk tidak menjual knalpot bising.

"Ya kita berikan edukasi dulu ya. Karena memang dalam undang-undang lalu lintas bahwa pengawasan bengkel itu oleh Polri," katanya.

"Makanya itu nanti kita akan bersurat dulu setelah bersurat, kita akan coba random sampling mendatangi bengkel-bengkel. Nanti jika masih ada temuan kita lihat lagi," tuturnya.

Lebih lanjut Fahri mengatakan bahwa pihaknya telah memetakan lokasi balapan liat, termasuk filterisasi kendaraan berknalpot bising. Fahri menegaskan, penggunaan kendaraan bermotor yang tidak sesuai spesifikasi kendaraan bisa dikenai sanksi.

"Itu sudah diatur dalam Pasal 285 (UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan) bahwa sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan tidak layak jalan, akan kena ancaman kurungan selama 1 bulan dengan denda Rp 150 ribu," tuturnya.

Fahri menyebut bahwa masih banyak pengendara motor yang melanggar aturan lalu lintas tersebut. Oleh karena itu, pihak kepolisian akan terus melakukan razia motor knalpot bising ini.

"Kami lihat bahwa masih ada pelanggaran-pelanggaran tersebut, makanya Pak Dirlantas Polda Metro Jaya punya suatu terobosan dengan melakukan filterisasi, di beberapa tempat atau lokasi terutama jalan protokol supaya tidak dilintasi pengendara sepeda motor dengan knalpot bising. Termasuk mobil, tapi utamanya tetap sepeda motor," paparnya.

Tida hanya di kawasan Monas, filterisasi kendaraan ini diperluas hingga ke Sudirman-Thamrin. Kendaraan yang berknalpot bising dilarang melintas jalur protokol tersebut.

"Dari situ ada beberapa pelanggaran yang kami berikan edukasi, karena memang masih bisa dilakukan teguran secara lisan, misalkan menerobos barikade polisi itu kami hentikan, kami lakukan penindakan. Jadi yang kami tilang itu yang selektif prioritas, tidak semua kami tilang, karena kami sudah menggunakan metode prediktif, artinya bahwa kami memetakan dulu daerah-daerah yang sering terjadi pelanggaran," bebernya.

"Kami lakukan dengan tindakan preventif, kami filter. Kalau ada yang melanggar kita arahkan, tapi tiba-tiba kalau ada yang melanggar tetapi dia tidak mau diarahkan bahkan dia cenderung menerobos barikade polisi kita lakukan penindakan," tandasnya.

(mea/mea)