Tersangka Pidana Jasa Keuangan Sadikin Aksa Diperiksa Bareskrim Minggu Depan

ADVERTISEMENT

Tersangka Pidana Jasa Keuangan Sadikin Aksa Diperiksa Bareskrim Minggu Depan

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 12 Mar 2021 12:13 WIB
Sadikin Aksa
Foto: SA1IMI
Jakarta -

Eks Direktur Utama PT Bosowa Corporindo yang juga keponakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Sadikin Aksa menjadi tersangka dalam kasus pidana sektor jasa keuangan terkait PT Bank Bukopin Tbk. Sadikin direncanakan akan diperiksa minggu depan.

"Kami sedang merencanakan untuk (pemeriksaan) minggu depan," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Brigjen Helmy Santika melalui pesan singkat kepada detikcom, Jumat (12/3/2021).

Diketahui, Sadikin Aksa saat ini berstatus tersangka di Bareskrim Polri. Bareskrim mengumumkan status tersangka Sadikin Aksa pada Rabu (10/3) malam. Sadikin Aksa disebut mengabaikan perintah Otoritas Jasa Keungan (OJK) yang tengah berupaya menyelamatkan PT Bank Bukopin Tbk dari tekanan likuiditas.

"Atas perbuatan tersangka yang diduga dengan sengaja mengabaikan dan/atau tidak melaksanakan perintah tertulis dari Otoritas Jasa Keuangan," kata Helmy Santika dalam keterangan tertulisnya.

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menetapkan Sadikin Aksa sebagai tersangka usai melakukan gelar perkara. Hasilnya, penyidik berkeyakinan mengantongi alat bukti rerkait perbuatan pidana yang diduga dilakukan Sadikin Aksa.

Helmy menjelaskan PT Bank Bukopin Tbk berstatus bank dalam pengawasan intensif OJK. Status itu disandang PT Bank Bukopin Tbk sejak Mei 2018.

PT Bank Bukopin Tbk diawasi intensif karena permasalahan tekanan likuiditas. Kondisi tersebut makin memburuk sejak Januari hingga Juli 2020.

Masih berdasarkan penjelasan Helmy, upaya lanjutan untuk menyelamatkan PT Bank Bukopin Tbk oleh OJK adalah dengan menerbitkan perintah tertulis kepada Dirut PT Bosowa Corporindo saat itu, yakni Sadikin Aksa. Perintah tertulis tertuang dalam surat OJK nomor: SR-28/D.03/2020 pada 9 Juli 2020.

Isi suratnya adalah memberikan kuasa khusus kepada tim technical assistance (TA) dari PT BRI untuk dapat menghadiri dan menggunakan hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Bukopin Tbk. OJK memberi batas waktu pemberian kuasa dan penyampaian laporan pemberian surat kuasa kepada OJK paling lambat 31 Juli 2020.

"Akan tetapi PT Bosowa Corporindo tidak melaksanakan perintah tertulis tersebut," ujar Helmy.

Helmy juga mengungkap fakta, Sadikin Aksa mengundurkan diri sebagai Dirut Bosowa Corporindo pada 23 Juli 2020. Namun pada 24 Juli 2020, Sadikin Aksa masih memghadiri kegiatan dalam kapasitas sebagai Dirut PT Bosowa Corporindo, bersama pemegang saham PT Bank Bukopin Tbk dan OJK.

"Pada tanggal 24 Juli 2020, SA masih aktif dalam kegiatan bersama para pemegang saham bank Bukopin, maupun pertemuan dengan OJK pada tanggal 24 Juli 2020, namun tidak menginformasikan soal pengunduran dirinya sebagai Dirut PT Bosowa Corporindo," jelas Helmy.

(dwia/dwia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT